RESUME
Mr. Emcho ke-26
MENULIS ALA Mr. EMCHO : 17 JURUS JITU ATASI SOS
(Sopo Ora Sibuk)
Resume
pertemuan ke-26, Belajar Menulis Gelombang 7 PB. PGRI bersama Omjay, kuliah
online WA Group yang luar biasa.
Tema :
Menulis dalam Kesibukan
Waktu
: Selasa, 05 Mei 2020
Pukul :
13.00 WIB - 15.00 WIB
Narasumber :
Much. Khoiri
Curricullum vitae :
Lahir
di Desa Bacem, Madiun 24 Maret 1965, Much. Khoiri kini menjadi dosen dan
penulis buku dari FBS Universitas Negeri Surabaya (Unesa), trainer, editor,
penggerak literasi. Alumnus International Writing Program di University of Iowa
(1993) dan Summer Institute in American Studies di Chinese University of Hong
Kong (1996) ini trainer untuk berbagai pelatihan motivasi dan
literasi. Ia masuk dalam buku 50 Tokoh Inspiratif Alumni Unesa (2014). Pernah
menjadi Redaktur Pelaksana jurnal kebudayaan Kalimas dan penasihat jurnal
berbahasa Inggris Emerald. Pernah menjadi redaktur Jurnal Sastra dan Seni.
Selain menghidupkan beberapa komunitas penulis, ia juga pernah mengomandani
Ngaji Sastra di Pusat Bahasa Unesa bersama para sastrawan.
Karya-karyanya
(fiksi dan nonfiksi) pernah dimuat di berbagai media cetak, jurnal, dan
onlinebaik dalam dan luar negeri. Ia telah menerbitkan 42 judul buku tentang
budaya, sastra, dan menulis kreatifbaik mandiri maupun antologi. Buku larisnya
antara lain: Jejak Budaya Meretas Peradaban (2014), Rahasia TOP Menulis (2014),
Pagi Pegawai Petang Pengarang (2015), Much. Khoiri dalam 38 Wacana (2016),
kumpuis Gerbang Kata (2016), Bukan Jejak Budaya (2016), Mata Kata: Dari
Literasi Diri (2017), Write or Die: Jangan Mati sebelum Menulis Buku
(2017), Virus Emcho: Berbagi Epidemi Inspirasi (2017), Writing Is Selling
(2018), Praktik Literasi Guru Penulis Bojonegoro (2020), Virus Emcho: Melintas
Batas Ruang Waktu (2020), dan SOS Sapa Ora Sibuk: Menulis dalam Kesibukan
(2020).
Sekarang
dia sedang menyiapkan naskah buku tentang menulis, budaya, literasi, dan karya
sastra (puisi dan cerpen). Dia cukup aktif menulis di muchkhoiriunesa.blogspot.com; www.kompasiana.com/much-khoiri;
muchkhoiri.gurusiana.id.; jalindo.net; dan sahabatpenakita.id. Instagram:
@much.khoiri dan @emcho_bookstore. Emailnya: muchkhoiriunesa@gmail.com dan
muchkoiri@unesa.ac.id HP/WA: 081331450689. Facebook: Much Khoiri-90.
Narasumber
mengawali materi dengan menyampaiakn kalimat retoris siapa yang tidak sibuk.
Semua orang tentu sibuk. Pada slide terdapat gambar lima sekretaris, semuanya
sibuk. Orang-orang di jalan sibuk. Kakek nenek, orang yang nonton bola pun
sibuk. Narasumber terkesan pada sebuah tulisan Ahmad berjudul “Tuhan, Maafkan Aku Sedang Sibuk.”.
Maka di kenal SOS: “ Sopo Ora Sibuk “, jelas pak Much Khoiri yang akrab
dipanggil Mr. “Emcho”.
Kita
adalah subjek. Subjek tanpa kerja tak akan berarti. Semua orang yang masih
hidup dan berkegiatan tentu sibuk. Jika sibuk dijadikan alasan untuk tidak
berkarya, ini perlu ditimbang lagi apakah alasan itu sudah tepat.
Sebenarnya
yang paling penting bukan sibuk atau tidak sibuk. Sebab di balik kesibukan ada
kelonggaran sebagaimana di balik kesulitan ada kemudahan. Yang terpenting
adalah bagaimana memanaje kesibukan itu. Sesuatu positif atau negatif itu
tergantung cara pandang kita. Jika kita memandang positif akan menghasilkan
aksi positif. Begitu pula sebaliknya. Jika kita memandang positif terhadap
menulis akan dapat melakukan kegiatan menulis.
Penulis
sejati akan mencurahkan daya dan pikirannya untuk menghasilkan tulisan.
Andaikata ia sedang tidak menulis, ia pastilah memikirkan tentang apa yang ia
hendak tulis. Ada waktu istimewa yang dipilihnya, yang paling nyaman untuk
larut dalam menulis. Ia tidak membiarkan satu hari pun tanpa menulis. Menulis
sama wajibnya dengan membaca.
Statemen-statemen
berikut menjadi motivasi: Mengapa Kita Harus Menulis?
Bud Gardner mengatakan, “Ketika kau bicara kata-katamu hanya menggema
melintas ruangan atau sampai ke aula. Ketika kau menulis kata-katamu akan
menyeberang atau menggema sampai bertahun-tahun atau berabad-abad.” Tulisan
akan menyejarah dalam hidup kita.
Pramoedya Ananta Tour mengatakan, “ Orang boleh pandai setinggi langit, tapi
selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.
Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
Budi Darma bertutur, “Begitu seorang pengarang mati, tugasnya sebagai
pengarang tidak dapat diambil alih orang lain. Sebaliknya, jika dekan, camat,
dan mantri polisi mati, dalam waktu singkat akan ada orang lain yang dapat dan
mampu menggantikannya.”
Hal
itu tentu dapat menguatkan, harus melakukan didikan untuk diri sendiri. Harus
bisa mendidik diri menulis (bukan hanya berkompeten, tetapi bisa
menegakkan reward dan punishment) untuk diri
sendiri. Kita jangan hanya pintar menghukum siswa. Akan tetapi juga bisa
menghukum dan memberi reward pada diri sendiri.
Menulis
itu berkomunikasi, bukan hanya berekspresi. Kita bisa mengomunikasikan gagasan.
Kita dan pembaca seakan berada dalam forum saling berhadapan. Materi tulisan
tentu harus selaras dengan kebutuhan audiens (pembaca). Pengorganisasian materi
tulisan perlu bagus. Penggunaan bahasa juga perlu komunikatif.terdapat 17
strategi Jitu dalam menulis:
1.
Tetapkan niat menulis
Niat merupakan daya dorong untuk tahan godaan. Niat menulis
ada 2 yaitu umum (misal mencerdaskan bangsa), dan khusus (misal untuk
mendapatkan uang atau mencari ketenaran).
2.
Rajinlah membaca
Membaca dapat untuk melihat masa lalu dan yang akan datang.
Membaca biasanya mendahului menulis. Pemicu menulis dapat digedor oleh membaca.
3.
Gunakan alat perekam
Prinsip kita perlu membka pikiran ntuk segala masukan.
Pikiran itu seperti payung yang akan berfungsi maksimal jika terbuka. Cara
terbaik memilih ide adalah dengan meiliki banyak ide.
4.
Kobarkan inspirasi
Inspirasi merupakan pengetahuan awal atau bekal pengetahuan
dikombinasikan dengan pemicu. Inspirasi bisa dikondisikan. Jika kita menunggu …
maka kita hanya akan menjadi penunggu
5.
Tentukan waktu utama
Waktu utama bagi seseorang bisa
berbeda dengan orang lain. Andalah yang tahu kapan waktu utama Ada. Bisa habis
magrib, habis saya, dini ari atau pagi hari. Yang perlu diperhatikan waktu
utama jangan berbenturan dengan jam kerja.
6.
Bagi pemula, menulis bebas
Penulis pemula disrankan untuk menulis bebas. Menulis bebas
dapat melatih keterampilan menulis. Biasanya menggunakan bahasa tutur atau
bercerita. Hal ini bsa meaksimalkan otak kanan
7.
Menulis di dalam hati
Ini bisa dilakuakn ketika dalam perjalanan.
Pikirkan apa yang akan ditulis atau membuat
rancangan apa yang akan ditulis. Semua ide sangat bagus datangnya secara kebetulan.
8.
Menulis di waktu utama
Sesuai dengan pilihan waktu utama. Jika
kuarang harus ambil waktu berikutnya. Menulis
di waktu luang. Harus belajar berdisiplin.
9.
Manfaatkan waku luang
Selain menulis di waktu utama, kita juga bisa
manfaatkan waktu luang untuk menulis.
10.
Menulis yang dalam
Pelesir atau bepergian bisa ditulis. Bisa berupa catatan perjalanan.
11.
Menulis yang dirasakan
Asma Nadia penulis yang sangat bagus memanfaatkan perasaannya.
12.
Menulis selaras minat dan pekerjaan
Misalnya praktik mendidik atau mengajar
13.
Menulis dengan riang
Karya kreatif erbaik tak pernah diselesaikan jika tidak bahagia
14.
Menulis yang banyak
Dengan menulis yang
banyak berlatih menulis bagus. Kuantitas dapat melatih kualitas
15.
Read better, write faster
Harus pinter membaca dan menulis dengan cepat.
16.
Buatlah motto yang dahsyat
Silakan membuat motto yang dahsyat. Misalnya menulis atau mati.
17.
Menulis dengan doa
Awali menulis dengan doa.
Syukur kalau wudlu, doa, shalawat.
Dilanjutkan sharing dari peserta
kuliah online yang HEBAT bersama moderator Omjay guru blogger ternama, (P=
pertanyaan peserta dan N= jawaban narasumber melalui audio/ microphone) diantaranya
:
P1: Apa tips yang paling cocok buat
penulis selalu kesulitan untuk bisa menulis dalam kesibukan. (N)= Dari
17 strategi menulis dapat dipilih dan diambil . Kalau benar-benar sangat sibuk
jangan menulis dulu. Tapi tuis pokok-pokonya dualu atau cgunaka alat perekam.
P2. Bagi pemula, menulis bebas (poin
6). Berapa lama pemula perlu menulis bebas agar bisa terampil dalam arti bukan
hanya menulis bebas saja? Apakah untuk terampil perlu jam terbang? .(N)= Berapa
lamanya bercvariasi.Ada yang cepat dan ada yang lambat. Prinsip jika ada
masukan atau komentar benar-benar diperhatikan. Dan jangan lupa tetap menulis
setiap hari.
P3. Sering terlintas ketika dalam
perjalanan sebuah ide, biasanya mengalir begitu saja kata dan kalimat dalam
hati. Tapi ketika tiba di tempat dan ingin menulis hilang begitu saja.
Bagaimana agar ide tadi tetap dalam ingatan sehingga bisa dituangkan
dalam bentuk tulisan?. (N)= Menulis dalam hati itu prinsipnya seperti menulis di atas
kertas. Bedanya tidak dituangkan di kertas melainkan diream dalam hati. Caranya
begitu sampai di tepat segera dituliskan.
P4. Seringnya menulis
bersama/antologi, baru ada 4 buku. Ketika mau menulis tuk buku pribadi, selalu
stag dan berhenti di tengah jalan, tanpa selesai. Berikan saya motivasi agar
konsep buku itu jadi.. Saya terkesan dengan kalimat motivasi dari Bud Gardner, terkait menulis
dalam kesibukan, bagaimana kiat-kiat Bapak dalam me- manage waktu agar bisa
konsisten menulis, karena ada istilah waktu seperti mata pedang dan di tengah
kesibukan saat ini sangat sulit untuk me-managenya? .(N)= Narsum kebetulan juga sibuk. Mungkin pemikirannya agak
aneh. Beliau mendasai bahwa membaca dan menulis itu wajib. Mengamalkan surat Al
‘Alaq 1-5 sehingga mewajibkan membaca dan menulis. Menulis biasanya menulis
pukul 03.00 hingga sbh. Satu hari satu artikel. Harus bisa mengelola waktu
dengan baik. Menulis bukan anjuran tetai wajib.
P5. Kita telah berusaha untuk selalu
menulis, karena terlalu banyak ikut kegiatan kadang lupa saat menulis tugas
yang lain .. gimana kiatnya supaya tidak lupa atau tumbukan dengan
kegiatan kita menulis ya pak ? .(N)= Harus pinter-pinter mengelola
waktu. Silakan diatur. Kekuatan visi, mental, berpikir, semangat masing-masing
orang berbeda. Paling tidak buat jadwal. Menulis jangan main-main saja. Buatlah
skala prioritas.
P6. Bagaimana cara mengembangkan
tulisan pemula (menulis bebas) yang dirasa seperti curhat. Bagaimana cara
mnulis sebuah buku biografi? Ingin menceritakan kesuksesan seseorang
agar tidak terkesan seperti curhat? .(N)= Biografi tidak seperti curhat.
Beralih sudut pandang ketiga. Menulis tentang yang bersangkutan. Harus
berdasarkan data: wawancara, catatan harian, foto, keluarga, dll supaya kaya
informasi.
P7. Mohon penjelasan Pak.
Bagaimana memulai membangkitkan kembali menulis yang dialami atau di
rasakan....tetapi perasaan yang dialami saat itu sudah hilang?. (N)= Kalau perasaan sudah hilang harsu memanggil kembali. Kalau
tidak utuh ya harus dilengkapi. Kalau tak uth tentu tidak bisa menuliskan 100%.
P8. Apakah 17 jurus jitu ini harus
ada smuanya dalam diri seseorang baru bisa menjadi penulis hebat & apakah
yang kita alami dan rasakan dalam 1x perjalanan bisa menjadi sebuah buku n
bagaimana cara mengembangkannya?. (N)= Tidak harus semuanya. Ambil yang
relevan untu diterapkan. Contoh read better write faster kurang
covok bagi penulis pemula. Kalau belum mahir jangan ambi itu dulu. Satu
perjalanan sudah cukup atau belum bergantung penulis.
P9. Bagaimana caranya mendisiplinkan
diri agar terus menulis walau sedang sibuk?
(N)= Pertama dasari niat yang kuat. Akan punya komitmen. Nulis
itu wajib. Jadi harus ditunaikan. Harus punya kekuatan untuk bangkit dan punya
daya tahan ketika ada godaan.
P10. Menulis di waktu utama. Maaf.
Saya baru baca materi. Apakah menulis di waktu utama itu seperti yang sering
disebut tantangan menulis? Apa saja yang dapat ditulis dalam waktu utama. (N)= Mengikuti
materi tidak utuh. Waktu senggang boleh untuk menulis. Nah ini justru tantangan
jangan sombong. Kita tawadhu atau merendah. Harus merasa kita dalam proses
belajar terus. Kalau engkau belajar pada seseorang kamu harus merasa bodoh.
Kalau merasa bodoh, yang diperlukan dicatat. Segera ditulis di kertas atau HP.
P11. Menulis di waktu utama. Apakah menulis
di waktu utama itu seperti yang sering disebut tantangan menulis? Apa saja yang
dapat ditulis dalam waktu utama? .(N )= Tampaknya mengikuti sebagian saja.
Waktu senggang boleh. Menulis di waktu utama hanya pembagian waktu saja.
P12. Mau tanya
17 jitu menulis dalam kesibukan ada poin ke 14 menulis yang banyak.
(N)= Maksud menulis banyak itu jangan sampai tidak selesai.
Sesuai kapasitas. Tidak harus melakukan semua strategi, jawab Mr. emcho dengan
lembut.
Kesimpulan : SOS “sopo ora sibuk”, buku yang
paling laris atau paling laku sampai edisi revisi. Meskipun ada 17 jurus jitu
untuk tetap bisa menulis, tapi Mr. Emcho melarang menulis pada saat mengemudi
( driver ), sambil kelakar.hehehe.. Luar biasa 17 jurus jitu yang
telah bapak berikan kepada kami, sangat bermanfaat. “Tidak ada alasan lagi bagi
kita (khususnya pendidik) untuk tidak menulis !”.
Terima
kasih banyak Mr. Emcho, atas berbagi ilmunya, semoga Mr. emcho selalu sehat dan
dapat terus berbagi ilmu kepada kawan kawan guru, kata omjay mengakhiri
kegiatan perkuliahan online , Selasa 05 Mei 2020. Jangan lupa resume, kirim ke email
om jay dan posting di blogg agar dibaca banyak orang. Selamat menulis !, calon penulis pemula yang hebat, best seller dan blogger . Aamiin.
Muh.
Taufiq
SMAN
1 Semanu, Gk, D.I Yogyakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar