CATAT SEJARAH,
MENULIS DENGAN 4 R
RESUME
Belajar
menulis bersama Omjay dan PB.PGRI Gelombang 7 putaran ke 27:
Tema :
Terbitkan Buku Catatkan Sejarah
Waktu
: Rabu, 6 Mei 2020
Pukul :
13.00 – 15.00
Narasumber :
Farrah Dina
PROFIL NARASUMBER :
Lahir : Jakarta, 17 Maret 1980
Alamat : Pondok Cibubur Blok. F4 no. 13
Cimanggis, Depok
No. Hp : 08129177333
Email : farrah.deuterino@gmail.com
PENDIDIKAN
Tokyo Gakugei University, Tokyo, Jepang, Teacher Training
Program Jurusan Curriculum Theory (2014). State
University of New York, College at Buffalo, Master of Science in
Multidisciplinary Studies (2007). Institut Pertanian Bogor
Sarjana Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya
Keluarga IPK: 3,67 (2003)
PRESTASI
· Penerima
beasiswa dari Kementrian Pendidikan Jepang (Monbukagakusho) untuk program Teacher
Training (2014). Perwakilan Indonesia dalam program Global Women in
Management di Washington DC, USA (2009), Lulusan Terbaik Fakultas Pertanian,
IPB (2003), Mahasiswa Terbaik Nasional Tingkat II (2002). Mahasiswa Terbaik IPB
(2002)
Perkenalkan, saya Farrah Dina pendiri Tangga
Edu. Terima kasih atas kesempatannya hari ini. Saya menulis 20 judul buku,
berkaitan dgn pendidikan utk guru & orang tua serta buku2 bergambar untuk
anak. Berikut sudah saya siapkan khusus untuk grup ini tautan youtube untuk sharingnya
[https://www.youtube.com/watch?v=_7_bUDRAnhY& feature=youtu.be Mari kita
simak bersama dulu, nanti silahkan jika ada yang ingin didiskusikan PGRI menulis changed this group's settings
to allow only admins to send messages to this group. Sudah selesai menonton
sekarang kita tanya jawab ya. Kirim pertanyaan ke omjay dulu. Mari menulis
dengan 4R. Apa itu 4R? Anda akan dapatkan jawabannya setelah menonton video di
atas. Jangan lupa klik like and subscribe ya. Berikan komentar anda.
Menulis dan menerbitkan buku adalah dua hal
yang berbeda. Yang paling penting bagi seorang penulis adalah menulis.
Penerbitan adalah sebuah akibat. Adapun yang terpenting bagi penulis adalah
pembaca. Penulis tak ada artinya tanpa pembaca.
Langkah 4 R dalam Menulis menurut Ibu Farra
adalah:
1. Renjana
Renjana
adalah sesuatu yang amat menarik; jika melalukan mudah dan menyenangkan;
passion. Jika menulis sesuai passion akan mengalir. Jika ada penulis yang
teksnya tak pernah selesai berarti ada yang salah. Kemungkinan yang ditulis tak
sesuai renjana.
2. Rutin
Ini
merupakan kunci. Bukan hanya rutin menulis, melainkan juga membaca. Kosakata
membaca itu sama dengan kosakata menulis. Jadi, seorang penulis harus mengasah
kemampuan dengan membaca. Dalam menulis perlu menyiapkan waktu khusus.
3. Review
Proses
terpanjang dalam menulis adalah review. Review ini amat penting. Lakukan
review, review, review.
4. Ruang bagi pembaca
Penulis
tak ada artinya tanpa hadirnya pembaca. Itu sebabnya perlu disiapkan ruang
untuk pembaca. Bisa melalui meminta feedback atau yang lainnya.
Dilanjut dengan sharing dari peserta kuliah
online yang luar biasa, P (=pertanyaan) N (=jawaban narasumber) diantaranya,
P1.
Apakah kita
harus melalui tahapan 4R itu agar buku yg diterbitkan berkualitas?
Nani. Bogor
Jawa Barat
(N)= Bu Nani yang
bersemangat, tidak selalu seperti itu. Ini dirangkum dr pengalaman-pengalaman penulis yg
hebat yg sudah menerbitkan banyak buku dan disukai. Mereka akan menulis yg
betul2 sesuai dgn renjananya lalu terbiasa menulis (rutin). Pada awal menulis
buku, jangan kita dipusingkan dengan editing & lain2nya yg nanti justru
akan menghambat jadinya sebuah naskah. Tapi setelah itu, baru dilakukan review
berulang (dan ini proses panjang). Seringkali bahkan naskah final sangat
berbeda dr naskah awalnya... Kekuatannya di review ini. Untuk ruang pembaca,
tujuan kita menulis adalah untuk dibaca jadi perlu mendengar masukan dari
pembaca juga. Tapi
jangan sampai kita juga hanyut menulis hanya untuk memenuhi kebutuhan pembaca,
nanti tidak timbul kebahagiaan. Selamat terus menulis...
P2
Ini Bu Beni
Bojonegoro, tanya bagaimana teknis / langkah mengubah tulisan dr best practice
menjadi tulisan populer? terima kasih
(N)= Ibu Beni dari
Bojonegore yang saya hormati, pertanyaan yang sangat menarik. Banyak buku-buku
yang sekarang best seller adalah buku2 ilmiah tapi disajikannya dalam bentuk
populer tidak penuh dengan data-data yang memusingkan. Sebaiknya ibu membaca
contoh buku2 populer yang berdasarkan pendekatan ilmiah... Dari buku-buku ini
yang saya perhatikan merek akan membahas
"Permasalahan" lalu "jawabannya" dgn sedikit2 memasukkan
teori2 pendukung. Jadi yang dibahas bukan teroinya, ada unsur emosi kuat yang
dibangun sehingga ada konektivitas dengan pembaca.
Beberapa
contoh buku ilmiah dibuat populer (maaf yang yang terbayang saat ini buku2
terjemahan), seperti: Good to Great (penelitian dari 500 perusahaan sukses
dunia, The Miracle of Endorphin (pendekatan psikologis untuk metode
pengobatan), The Leader in Me (praktik-praktik di sekolah yang menerapkan 7
Habit). Bagaimana menampilkan "voice" pada buku populer atau
membangun emosi, misalnya dengan memasukkan isi wawancara, atau data-data non
formal yg lebih hidup.
P3.
Assalamualaikum.
Saya Siti Fatimah dari Mojokerto.
Sebagai pemula
saya masih bingung menentukan passion saya dimana. Bagaimana kita mengetahui
passion kita dengan mudah.
(N)= Wa alaikum
slm wr wb..
Ibu Fatimah,
tidak sedikit orang yang merasakan hal yang sama dengan ibu. Memang ada
orng-orang yang dari awal sudah tau apa bidang menulis yang akan digelutinya
dan ada juga yang butuh waktu. Cara paling ampuh adalah dengan terus menulis,
nanti akan kelihatan kecenderungan kita. Bahkan, dengan mengumpulkan bank
tokoh, situasi, pengalaman ke dalam bentuk rekaman/tulisan pun nanti akan
terlihat apa yang menjadi renjana kita. Kita bisa lihat dari bank yang sudah
kita kupulkan, apa sih yang menarik untuk kita yang mendorong kita untuk
mengungkapkannya, nah itulah renjana kita. Cara lain paling mudah mengetahuinya
adalah dengan melihat mana tulisan yang paling cepat saya selesaikan dan kita
merasa mudah.
P4. Assalamualaikum,
saya Warsih dari Kota Tangerang. Mau menanyakan tentang pembuatan buku
anak-anak. Misalnya kita menulis berdasarkan apa yang kita lihat, kemudian kita
tambahkan dengan khayalan dan imajinasi kita boleh tidak. Jadi tidak pyur
fiksi. Nah yang sperti itu termasuk kategori buku apa Bu. Trimakasih
(N)= Wa alaikum slm wr wb....
Ibu Asih
pecinta buku anak, boleh sekali memasukkan imajinasi ke dalam buku anak. Justru
imajinasi itu kekuatan dari buku anak. Seperti binatang berbicara, anak pergi
ke ruang angkasa, berteman dengan robot, itu adalah imajinasi. YAng tidak boleh
adalah takhayul dan imajinasi yang mengandung kekekrasan. Saya pribadi
keberatan dengan anak durhaka menjadi batu, siasat membuh raksasa seperti dalam
legenda asal usul Danau Batur, dll. Sikap jahat akan ada akibatnya, dan bisa
dalam bentuk imajinasi tapi sebisa mungkin berkaitan dengan perbuatannya &
tidak berlebihan.
P5.
Assalamualaikum...
Saya ika siswati dari kota tangerang mau bertanya apa yang ibu lakukan sehingga dapat menemukan passion ibu yaitu menulis buku
anak?
(N)= Wa alaikum
slm wr wb... Saya menemukan renjana saya berawal dari pendidikan sy di Amerika
& Jepang yang di mana mereka sangat serius memikirkan buku anak. TIdak
halnya di Indonesia. Sebenarnya ini juga berawal dari kebutuhan, saat di Jepang
anak saya masih TK dan akan kembali ke Indonesia masuk SD. Jadi saya harus
mengajarkan membaca. Sy minta dikirimkan buku2 dari Indonesia tapi saya tidak
puas. Lalu saya menulis buku sendiri dan ternyata itu menyenangkan buat saya
dan saya merasa bisa memberi solusi pada permaslaahan yang ada. Selanjutnya
saya juga melakukan penelitian di bidang membaca usia SD, dan salah satu hal
yang dibutuhkan adalah buku anak berkualitas. Di pasar, buku anak berkualitas
itu biasanya harganya mahal. Ini yang menjadi motivasi besar, menciptakan
buku-buku berkualitas dengan harga terjangkau. Ini yang menjadi motivasi
terbesar dan itulah passion saya... Walaupun saya tetap memaksakan diri untuk
terus menulis genre lain.
Karena
rutinnya saya menulis buku anak dan pendidikan, saya agak meninggalkan bentuk
tulisan ilmiah. Pada saat saya mengalami ini, saya "memaksa" diri
saya untuk mengirimkan rencana penelitian utk mendapat beasiswa. Denagn tenggat
yang jelas akan jadi motivasi untuk kita. Ini juga perlu dilakukan.
Alhamdulillah dengan research plan yg sy buat, sy bs diterima di univ di
jepang.
P6.
Pertanyaan
buat Bu Farrah
Ibu masih muda
sekali...dan tentunya bersemangat, apa yang melatarbelakangi ibu mendirikan
Tangga Edu dan juga bisa menjadi penulis
Terima kasih. Rachmi
Banyuwangi
(N)= Ibu RAchmi
yang juga pastinya bersemangat, jawabannya sama dengan pertanyaan kelima ya
bu.... Yang menjadi motivasi sy adalah bagaimana memberi manfaat sebesar
mungkin untuk negri Indonesia tercinta ini... Sama dengan BApak & Ibu
semua...
P7.
Slmt siang ibu Farrah, Bagaimana memanage 4 R
ini agar menjadi sebuah kesatuan utuh untuk saling melengkapi dalam menulis?
Yulius Roma-Tana Toraja. Tks
(N)= Pak Yulius dari Toraja, LAKUKAN... itu kunci
utamanya pak... Dengan melakukan maka saya yakin Bapak akan menemukan polanya
tersendiri. Yang perlu diingat adalah di awal, tulis dulu apa yang mudah untuk
kita, tapi perlu dipaksakan juga agar menjadi rutinitas. Dengan begitu kita
akan sangat terbiasa.... Saat ingin dipublish ke orang lain, maka perlu
dilakukan review berulang-ulang. Jangan lakukan review saat menulis di awal,
karena nanti tidak akan jadi karya krn kita berkutat dengan banyak hal. Selamat
menulis
P8.
Assalamualaikum
Bu Dina,,, saya Candra dr Langkat Sumatera Utara...trmksh formula 4R..sngat
mmbntu untuk sy sbgai yg br bljr untuk mnulis...prtnyaan saya Bu...mnrut ibu
apakah seorang penulis harus fokus pada satu passion atau genre tulisan agar
tulisannya btul2 baik...dan mmg ada tdk pngruh taste/rasa tulisan seseorang
yang suka mngrjkn dua tulisan(fiksi dn non fiksi) secara bersamaan? Trmksh bu🙏😊
(N)= Wa alaikum
slm wr wb...
Pak Candra
dari Langkat yang bersemangat menulis, ini menarik sekali untuk didiskusikan...
Sebagai awal, tulis dulu sesuatu yang mudah bagi kita, yang sesuai dengan
renjana kita, yang kita senang saat menuliskannya. Ini gunanya untuk memberi
reward terhadap diri sendiri. Dengan jadinya naskah yang kita sukai, itu menjadi
bahan bakar bagi kita untuk terus menulis. Jika di awal kita sudah tidak cukup
motivasinya, maka akan terhmbat, Tulislah sesuatu yang benatul2 isi kepala atau
hati kita yang ingin disampaikan ke orang lain. Selanjutnya, kita menyesuaikan
diri dan bisa menulis dengan genre apapun, tentu dengan latihan dan pembiasaan.
Bahkan kita pun harus bisa menulis sesuai dengan kebutuhan pembaca... Ini yang
nantinya perlu dikuasai setelah kita menguasai sedikit hal yang menjadi
kekuatan utama kita. Semangat menulis 💪💪
P9.
Nama :
Munandar, Kabupaten Sumba Timur
Yth. Ibu
Farrah, bagaimana cara awal untuk mengetahui passion seseorang?
terimakasih
(N)= Pak Munandar
dari Sumba, jawabannya sama dengan pertanyaan no. 3 ya pak.... (silahkan
dilihat). Kalaupun belum mengetahui pasiion nya saat ini, yang penting adalah
menuliskan sesuatu yang betul2 kita merasa menikmati dalam menuliskannya...
P10.
Assalamualaikum
ibuk Farrah dina perkenalkan sy Syukri dari SMAN UNGGUL Dharmaraya Padang,
Perkenankan saya bertanya ttg pengalaman ibuk Farrah dalam tulis menulis ibu
mengatakan ada 4 R, salah satunya adalah Renjana, saya kurang pahan dari bahasa
apa itu Renjana dan mengapa ibuk letakkan di poin paling atas, Sekian wasalam
(N)= Pak Syukri,
renjana adalah passion, ketertarikan kita pada satu hal yang kita akan
mengerahkan energi kita untuk itu dengan senang hati. Menulis sesuatu yang
sesuai dengan renjana kita, itu akan menjadi kekuatan di awal. Manusia
memerlukan reward langsung. Saat kita menulis sesuatu yang sesuai dengan minat
kita, maka kita akan menikmatinya & hasilnya pun akan cepat jadi. Hasil
tulisan yang jadi ini menjadi reward sendiri untuk kita sehingga kita akan
terus termotivasi untuk menulis. Setelah itu, barulah berkreasi dengan berbagai
genre agar kita menguasai menulis
berbagai hal... Trm ksh
P11.
Mat sore Bu
Farrah, bagaimana caranya agar dapat menerima tanggapan pembaca yang negatif
pada tahap ruang bagi pembaca? Bagaimana
tips mengubah penulisan ilmiah menjadi penulisan populer? Benny Belang.
Kupang-NTT.
(N)= PAk Benny
dari NTT, menerima tanggapan negatif memang tidak mudah. Jangan sampai juga itu
medemotivasi kita dan menghilangkan jati diri kita. Saat kita mendengar
tanggapan pembaca, yang perlu kita tahu sebenarnya adalah penangkapan pembaca
terhadap hasil tulisan kita. Apakah sama seperti apa yang ingin kita sampaikan?
Jika berbeda, apa yang berbeda (tentu perlu ada ruang imajinasi yang berbeda antara
pembaca dan penulis). Kemudian "keseluruhan" atau "detail"
apa yang tidak disuka. Kalau tidak suka karena selera yang berbeda, maka bisa
jadi pelajaran bahwa org dgn persona seperti dia bukanlah target pembaca kita. Jika
tidak sukanya karena "persepsi" atau "terjemahan" yang
berbeda dari yang sebenanrnya ingin kita sampaikan, maka mungkin ada penulisan
yang perlu diperbaik. Untuk buku ilmiah ke populer, ada pada jawaban no. 2
P12.
Assalaamu'alaikum
bu farah...td ibu menjelaskan tahapan menulis 4R. Yg pertama renjana (passion).
Pertanyaan saya kalau saya merasa renjana (passion) sy membuat buku pelajan fisika. Apakah
berarti sebaiknya saya menulis buku pelajaran fisika sj? Krn sy kalau mencoba
menulis buku fisika terasa lebih ringan dibanding mencoba menulis artikel dll. Sri indayani sman 1 paciran
(N)= Bu Sri sang
fisikawan, untuk tahap pertama maka sebaiknya ibu pilih buku fisika. Ini untuk
menciptakan reward bagi diri kita di awal agar kita terus termotivasi untuk
menulis. Namun setelah itu lebarkanlah sayap... Coba buat artikel lain yang
tetap mengaitkan dengan fisika (ilmiah menjadi populer) dan berkreasilah dengan
genre2 lain... Sebagai tambahan, dapat dibaca pada jawaban pertanyaan
kedelapan.
P13.
Assalamualaikum
bu fara..saya belum pernah menulis buku namun saya sering melakukan penelitian
dan ada beberapa yang saya publikasikan. pertanyaan bagaimana cara mudah menulis buku sebagai
pemula seperti saya karena bebrapa kali saya coba selalu gagal. terima tas
pencerahanx.. fitran _mataram
(N)= Wa alaikum
slaam wr wb... Pak Fitran yang suka meneliti, MULAI SAJA DULU (seperti iklan di
tv yaa...). Ini yang paling penting. Jika memang tertarik dengan penelitian,
coba ambil salah satu sudut dari penelitiannya untuk dijadikan artikel (bukan
keseluruhan penelitian). Ambil sisi yang dapat dibangun konektivitasnya pada
pembaca secara umum
P14
Saya M. Rasyid
Nur dari Karimun
Pertanyaan:
Sebelum
menentukan R(uang) pembaca apakah kita perlu meneliti atau survey untuk calon
pembaca buku kita. Lalu, bagaimana sebaiknya jika kita berharap pembacanya
tidak terlalu spesifik?
(N)= Pak Rasyid,
pada tahap awal kita menulis maka sebaiknya kita menulis untuk tujuan diri
kita. Apa yang ingin kita sampaikan. Agar keluar jati diri kita sambil kita
melihat yang cocok dengan tulisan kita itu pembaca yang bagaimana. BAru kemudian
kita berkembang, mulai menulis berdasrkan "pesanan" artinya kita
tentukan dulu sasaran pembacanya. Misalnya menulis untuk remaja maka ada
bahasa2 yang perlu disesuaikan, maka kita menulis dengan "frame"
pembaca di kepala kita... Nanti kita minta pendapat dari pembaca yang dituju
sesuai sasaran.
P15.
Salam
sejahtera ibu Farah
Menulis buku
anak itu tentu untuk membangkitkan minat maka perlu gambar. Apakah ibu
menggambar sendiri atau menggunakan jasa? Atau adakah cara lain mendapatkan
gambar. Buku Anak bagi saya itu suatu kesulitan. Saya sudah mencobanya.
Terbentur pada gambar, termasuk bila harus meminta izin.
Terima kasih
bila ada tips yang berbeda.
Salam Literasi
dari Timor (Roni Bani)
(N)= Salam Bapak
Roni, saya membuat buku anak dengan desai berjenjang di awal. Mulai dr pembaca
pemula yang hrs penuh dengan gambar. Untuk ini tentu saya bekerja sama dengan
ilustrator. Byk komunitas2 ilustrator saat ini, termasuk di medsos. Tapi pada
jenjang yang lebih tinggi, buku anak akan lebih sedikit gambarnya bahkan tidak
bergambar (novel anak). Nanti bapak tentukan saja di jenjang mana BApak ingin
menuliskannya. JIka tertarik lebih lanjut, akan ada workshopnya oleh Tangga
Edu, silahkan ikuti media sosialnya IG @tanggaedu & FB Tangga Edu untuk
info terkini.
P16.
Salam Sehat Ibu Farrah
Ini adalah hari ke-8 saya mengikuti pelatihan
menulis. Kiat2 untuk menulis diantaranya menulis setiap hari, apa saja yg
terlintas akan saya tulis. Jenis tulisan sya masih bersift bebas dg kata2 yg
mengalir begitu saja di dlm otak saya tulis. Yg ingin sy tanyakn bgmn cara
menulis secara ilmiah seperti PTK, Best
Practice dengan baik
Elly Mahayani - Jembrana Bali
(N)= Salam Ibu Elly, selamat... dengan ibu sudah
rutin menulis maka ibu sudah MEMULAI... Nanti dari kumpulan tulis itu, pilih
beberapa yang ingin direview dengan serius hingga menjadi tulisan yang siap p
ublikasi... Untuk tulisan ilmiah ke populer, ada ji jawaban no. 2
P17.
Deni di Cimahi
Ijin bertanya. Ada yang bilang menulis buku anak itu lebih
menantang atau sulit. Terutama bahasa
yang digunakan musti sesuai dengan bahasa dunia anak. Bagaimana kiatnya?
(N)= Sulit atau
tidak sangat relatif. Tapi mungkin karena kita terbiasa dengan bahsa dewasa.
Kuncinya adalah sering mendengarkan anak berbicara & memberikan buku kita
pada anak agar kita tahu responnya... Kemudian bisa kita evaluasi. Saat menulis
untuk dewasa, apa yang kita tuliskan akan ditangkap sama oleh pembaca. Tidak
demikian dengan anak, hal sederhana saja bisa dipersepsikan berbeda, tidak sama
dengan apa yang kita maksud.
P18
Assalamualaikum
Ibu Farah ,
Sesuai materi
tadi bahwa Pembaca itu sangat dibutuhkan
oleh penulis. Bagaimana cara menjadikan PD pada diri sendiri untuk tidak malu
tulisannya dibaca orang lain
Saya sering
menulis, tapi selesai menulis saya simpen. Pernah saya menulis di blog dulu uuu
sekali ( baru ttg RPP dan pembelajaran sih, sedikit) tapi kok temen aku langsung copas semuanya dan
dijadikan administrasi nya dan dijadikan atas namanya untuk mendapatkan ttd
pimpinannya. Padahal saya nulis itu mikir setengah mati.
Dari situ saya
jadi males share lagi.
Mungkin
pikiran itu salah. Mohon pencerahannya. Terimakasih
Santi~
Jayapura
(N)= Wa alaikum
slm wr wb.
Ibu Santi,
saat tulisan dipublikasikan maka hak penulis terhadap interpretasi terhadap
tulisan itu menjadi hilang. Interpretasi dan tanggapan pembaca tidak bisa kita
kontrol.... Maka perlu kebesaran hati, krn bisa saja tanggapan yang tidak baik
yang kita terima. Nah kalau tentang hak cipta yang dikopi, maka pada saat kita
membaginya di dunia maya, maka kita harus siap bahwa itu menjadi milik publik.
Walaupun itu salah, tapi di dunia maya kita sulit mengkontrolnya.
P19.
Saya Sri Budi
Handayani dari Gresik
Mau bertanya
tentang proses kreatif mbak Farrah menulis buku anak , berikan contohnya,Terima
kasih.
(N)= Bu Sri,
karena saya menulis buku berjenjang maka banyak pakem yang harus sy perhatikan.
Biasanya saya memulai dr sesuatu value yang ingin saya kenalkan pada anak tapi
tidak dengan cara doktrin tapi tertangkap. Agar dapat byk ide, maka saya byk
menonton film anak, bergaul dengan anak2 & membaca buku2 anak. Contohnya
buku "Sihdeh & Robot" yang intinya mengenalkan cara menenangkan
diri dengan menarik napas panjang. Kecenderungan anak laki-laki agak sulit
untuk menenangkan diri saat marah, maka diambillah tokoh robot agar relate
dengan anak laki. Setelah itu dibuat prosesnya, termasuk membuat story board…Dibaca
anak2, lalu review & revisi lagi dst... Dr masukan anak, bahkan judulnya
pun ada perubahan.
P20.
Assalamualaikum
Ibu Farah ,
Sesuai materi
tadi bahwa Pembaca itu sangat dibutuhkan
oleh penulis. Bagaimana cara menjadikan PD pada diri sendiri untuk tidak malu
tulisannya dibaca orang lain
Saya sering
menulis, tapi selesai menulis saya simpen. Pernah saya menulis di blog dulu uuu
sekali ( baru ttg RPP dan pembelajaran sih, sedikit) tapi kok temen aku langsung copas semuanya dan
dijadikan administrasi nya dan dijadikan atas namanya untuk mendapatkan ttd
pimpinannya. Padahal saya nulis itu mikir setengah mati.
Dari situ saya
jadi males share lagi. Mungkin pikiran itu salah. Mohon pencerahannya.
Terimakasih. Santi~ Jayapura
(N)= Wa alaikum
slm wr wb.
Ibu Santi,
saat tulisan dipublikasikan maka hak penulis terhadap interpretasi terhada…
P21.
Saya Sri Budi
Handayani dari Gresik
Mau bertanya
tentang proses kreatif mbak Farrah menulis buku anak , berikan contohnya,
Terima kasih.
(N)= Bu Sri,
karena saya menulis buku berjenjang maka banyak pakem yang harus sy perhatikan.
Biasanya saya memulai dr sesuatu value yang ingin saya kenalkan pada anak tapi
tidak dengan cara doktrin tapi tertangkap. Agar dapat byk ide, maka saya byk
menonton film anak, bergaul dengan anak2 & membaca buku2 anak. Contohnya buku
"Sihdeh & Robot" yang intinya mengenalkan cara menenangkan diri
dengan menarik napas panjang. Kecenderungan anak laki-laki agak sulit untuk
menenangkan diri saat marah, maka diambillah tokoh robot agar relate dengan
anak laki. Setelah itu dibuat prosesnya, termasuk memb…
P22.
Sri Sulastri
dr Bojonegoro, pertnyaan sy cara apa agar bisa menghasilkan buku dengan cepat
bagi penulis pemula?
(N)= Bu Sri, mulai
dari yang mudah menurut Ibu... Topik yang paling ibu kuasai. Tapi tidak ada
yang instan, semua harus ,elalui proses. Proses itu akan semakin cepat jika
segera dimulai😉
P23.
Slmat Sore
Ibu. Terkait R ke-4. Mnurut pnglman Ibu, brapa persen dari ruang pmbaca dapat
ditmpung masukannya dan bgaiman sikap kita dlm mnerima smua kritikan itu agar
tdak trbwa amarah. Trima Ksih- Bernad.Toraja
(N)= Pak Bernard,
Tidak ada
rumus baku. Kita siapkan diri kita untuk terbuka terhadap berbagai masukan.
Tapi kita lihat, kalau dia tidak suka karena berkaitan dengan selera yang
berbeda, maka dia bukan target pembaca kita dan ini informasi berharga bagi
kita. Tulisan kita akan memiliki target pembacanya sendiri. Tapi kalau pembaca
tidak suka karena interpretasi yang salah dari hasil karya kita, maka mungkin
cara kita menuliskannya perlu diperbaik...
P24
Slmat Sore
Ibu. Terkait R ke-4. Mnurut pnglman Ibu, brapa persen dari ruang pmbaca dapat
ditmpung masukannya dan bgaiman sikap kita dlm mnerima smua kritikan itu agar
tdak trbwa amarah. Trima Ksih- Bernad.Toraja
(N)= Pak Bernard,
Tidak ada
rumus baku. Kita siapkan diri kita untuk terbuka terhadap berbagai masukan.
Tapi kita lihat, kalau dia tidak suka karena berkaitan dengan selera yang
berbeda, maka dia bukan target pembaca kita dan ini informasi berharga bagi
kita. Tulisan kita akan memiliki target pembacanya sendiri. Tapi kalau pembaca
tidak suka karena interpretasi yang salah dari hasil karya kita, maka mungkin
cara kita menuliskannya perlu diperbaik...
P25.
Selamat siang
Ibu Farrah, saya grefer dari kupang, NTT. Apakah review buku yang dimaksudkan
adalah sebelum buku kita diterbitkan, maka buku itu kita berikan kepada pembaca
tertentu untuk membacanya lalu memberikan masukan positif atau negatif dari
buku yang kita tulis. Lalu, dikembalikan dan kita revisi setelah itu baru
diterbitkan? Terima kasih.
(N)= Betul pak,
tapi bahkan apapun hasil tulisan kita, kita hadirkan pada pembaca & melihat
tanggapannya -- ini bahkan sebelum proses penerbitan, usaha individu penulis
untuk mendapat masukan. Kalau sudah ke penerbit, maka ada mekanismenya lagi
tapi kita pun sudah bisa jelaskan targetnya siapa, tanggapannya bagaimana kira
hingga buku kita itu bisa dibilang layak terbit
Teknis mengubah tulisan
best practice menjadi tulisan popular adalah:
Baca contoh buku-buku populer yang
berdasarkan pendekatan ilmiah. Dari buku-buku ini dibahas
"Permasalahan" lalu "jawabannya" dengan sedikit-sedikit
memasukkan teori pendukung. Jadi yang dibahas bukan teroinya, ada
unsur emosi kuat yang dibangun sehingga ada konektivitas dengan pembaca.
Menampilkan "voice" pada buku populer atau membangun emosi, misalnya
dengan memasukkan isi wawancara, atau data-data non formal yg lebih hidup.
Cara menentukan passion:
Cara paling ampuh adalah dengan terus
menulis, nanti akan kelihatan kecenderungan kita. Nanti akan terlihat apa yang
menjadi renjana kita. Kita bisa lihat dari bank yang sudah kita kumpulkan, apa
sih yang menarik untuk kita yang mendorong kita untuk mengungkapkannya, nah
itulah renjana kita. Cara lain paling mudah mengetahuinya adalah dengan melihat
mana tulisan yang paling cepat diselesaikan dan kita merasa mudah.
Strategi untuk menulis di antaranya menulis setiap
hari, apa saja yang terlintas akan saya tulis. Jenis tulisan saya masih
bersifat bebas, jauh dari kesempurnaan, dengan kata-kata yang mengalir begitu saja di
dalam otak akan saya tulis. Nanti
dari kumpulan tulisan itu, pilih beberapa yang ingin direview dengan serius
hingga menjadi tulisan yang siap publikasi. Percayalah..lakukanlah, kamu pasti
bisa, jelas bu Farra. Terimakasih ibu, telah berbagi ilmu yang sangat
bermanfaat. Saya akan berusaha untuk memulai menulis setiap hari, apa yang aku
bisa !
Muh. Taufiq
SMAN 1 Semanu,
Gk, D.I Yogyakarta

mari kita menulis buku anak
BalasHapusSIAP OMJAY...insya alloh..
Hapusmakasih motivasinya
Membaca jd ikut belajar..lanjut Pak🇮🇩👍
BalasHapusmakasih bu...mari kita bljr bersama
Hapus