Jumat,
01 Mei 2020
RESUME
Pertemuan ke-24, Belajar menulis Gelombang 7, bersama
Omjay kali ini menghadirkan trainer, motivator dan penulis best seller bapak
Dadang Kadarusman yang akrab dikenal Om “Deka” dengan tema : “Motivasi Menulis Setiap Hari dan Menerbitkan
Buku”. Kegiatan ini seperti biasa dilaksanakan mulai pukul 13.00 WIB-15.00
WIB. Melalui WAG yang disponsori PB. PGRI. Moderator Mr. Bambs. Kami persilahkan kepada Om
untuk memberikan materi sampai pukul 14.00.Sisanya sampai pukul 15.00 untuk
tanya jawab. Perhatian untuk peserta. Baik Om. Jawab om Deka. Pertanyaan hanya
diajukan mulai pukul 13.45. Bapak ibu ijinkan saya untuk mengkombinasikan
antara menulis dengan pesan suara ya. Pertanyaan melalui 088809405468. Ok saya
mulai :
Assalamualaikum
wr wb. Kali ini Omjay memberikan nara sumber hebat seorang trainer
program pelatihan. Luar biasa beliau
sejak kecil hingga sekarang tetap menulis. Kata beliau menulis itu gampang…!!!,
dengan polosnya memotivasi peserta.
Profil Om Deka: " Training bukanlah satu-satunya solusi atas semua tantangan dalam bisnis. Namun tanpa training perusahaan tidak mungkin memiliki SDM yang benar-benar handal.....www,dadangkadarusman.com. Dadang Kadarusman seorang author, Trainer dan Public Speaker. Beliau belajar di Bandung Intitute Of Technologi. Beliau seorang Executive Developmen Progran (EDP), Executive Developmen Progran (EDP), Asian Intitute Of Management (AIM) dan Harvard manage mentor Program (HMM). Proffesional experience dan Proffesional achievement dan tak kalah kerennya Bapak satu ini adalah memang pantas dijuluki Bapak Leadership and People Development”.
Salam bahagia dan sejahtera untuk Omjay Founder Menulis Grup WA, Selamat siang semuanya, semoga sehat walafiat semuanya dan dapat berpuasa di bulan ramadhan yg indah ini salam bertemu kembali dengan penuh semangat di hari kedelapan Ramadhan penuh berkah ini.salam sapa juga sang Moderator keren kita Mr. Bambs, salam sehat selalu.
Kuliah
online ini Bapak Deka menyampaikan salam nya, bapak Ibu sekalian. Saya
berterimakasih kepada Omjay yang telah berbaik hati mengajak saya ambil
bagian dalam program pelatihan ini. Selain itu menyampaikan rasa bangga pada
peserta yang telah menyempatkan waktunya untuk menyimak dalam topik saat ini. Beliau
menyampaikan pengalaman saat kecilnya dan mengenalkan nama pemberian orang
tuanya, terang pak Deka.
Perkenalkan
nama saya Dadang Kadarusman. Ayah saya seorang guru sekolah dasar. Ketika saya
masih kecil, beliau sering membawakan buku-buku bacaan. Dari situ saya jadi
suka membaca. Dan dari suka membaca itu kemudian saya berkeinginan untuk
menulis. Jadi sejak kecil saya sudah menulis. Hobby menulis beliau ternyata sudah dibina sejak kecil. Sampai
hari ini, alhamdulillah Allah kasih saya kekuatan untuk terus menulis.
Pak Deka
memancing kemauan kita apa yang belum diketahui? Saya tanya, cara apa yang
tidak Anda ketahui itu? Misalnya dengan cara menerbitkan buku.
Lantas apa itu yang harus diperbaiki? Yaitu berpikir tentang tentang
"Cara Menerbitkan buku."
dari dialog ini ada aspek yang bisa di ambil sebagai kelemahan penulis pemula. Tapi dari dialog sederhana itu kemudian saya melihat ada 1 aspek yang perlu diperbaiki pada orang yang ingin mempunyai hasil karya berupa buku, jelas pak Deka dengan penuh optimisme yang tinggi.
dari dialog ini ada aspek yang bisa di ambil sebagai kelemahan penulis pemula. Tapi dari dialog sederhana itu kemudian saya melihat ada 1 aspek yang perlu diperbaiki pada orang yang ingin mempunyai hasil karya berupa buku, jelas pak Deka dengan penuh optimisme yang tinggi.
Ditegaskan
sekali lagi bahwa hari ini, menerbitkan buku itu sangat mudah sekali. Beda
dengan 20 tahun lalu ketika saya pertama kali ingin menerbitkan buku. Ditolak
penerbit itu biasa sekali. Sekarang tantangan terbesar kita BUKAN pada
menerbitkan bukunya. Melainkan pada MENULIS SETIAP HARI nya. Jika kita
bisa menulis setiap hari, maka kita akan sampai pada titik dimana kualitas
tulisan kita akan sangat menarik bagi penerbit. Kita tidak perlu mendatangi
penerbit lagi. mereka yang datang kepada kita. Nantinya tinggal bapak ibu
aja mau menerbitkannya atau tidak.
Pembahasan
kita kali ini akan saya fokuskan kepada cara menulis setiap harinya.
Sebab saya percaya, bahwa penerbit akan mendatangi Anda jika skill menulis Anda sudah sesuai dengan yang mereka cari. Jadi pelajaran pertama, jangan lagi berpikir bahwa menerbitkan buku itu susah.!, Tapi justru gampang banget, tegas om Deka, dan kita harus optimis.
Sebab saya percaya, bahwa penerbit akan mendatangi Anda jika skill menulis Anda sudah sesuai dengan yang mereka cari. Jadi pelajaran pertama, jangan lagi berpikir bahwa menerbitkan buku itu susah.!, Tapi justru gampang banget, tegas om Deka, dan kita harus optimis.
Lalu
bagaimana seseorang bisa menulis setiap hari?
Melalui
catatan Voice note 0m Deka menyampaikan bahwa Menulis itu membutuhkan skill.
Dan skill itu harus dilatih. Latihannya setiap hari. Ada cerita menurut pak
Deka bahwa Bagi penulis yang menitipkan nama saja istilahnya ada GHOES
WRITER? Nah itu hanya numpang nama saja dan kelihaian menulis sangat
tergantung pada orang lain. Bahkan ada penulis buku yang sudah banyak
menerbitkan buku dan itupun jarang juga menulis setiap hari.
Namun
berbeda dengan orang yang skill nya
terlatih menulis setiap hari. Kemampuan menulisnya mumpuni dan sudah memiliki
beberapa naskah yang sudah siap kapanpun akan menerbitkan buku.sekarang kita
simak materi baru voice note:Kenapa
kita perlu menulis setiap hari : WHY, terlebih dahulu.
v Karena menulis setiap hari
itu membantu menjaga keselarasan antara otot-otot tubuh kita, juga jiwa. Jadi,
nanti kalau kita sudah terbiasa menulis. Melihat apapun, selalu ingin menerjemahkan
apa yang kita lihat itu kedalam bentuk tulisan.dan itu terjadi secara refleks
saja. Begitu pula ketika kita merasakan sesuatu. Orang yang tidak
terbiasa menulis, bisa saja memendam perasaan itu. atau butuh seseorang yang
mau mendengarnya padahal, belum tentu ada yang mau dengar kan? Tapi jika
dia terbiasa menulis, maka dia selalu punya teman untuk mencurahkan
perasaannya. yaitu, selembar kertas dengan pena kalau dulu. kalau
sekarang, tinggal ambil smart phone maka kita bisa mencurahkannya disana.
v Menulis setiap hari itu
merupakan healing remedy. Jadi, jika terbiasa menulis, kita
bisa menjadi pribadi yang lebih sehat.
Kenapa perlu menulis setiap hari adalah; Karena seorang
penerbit buku sejati, bukanlah orang yang meminta bantuan orang lain untuk
menuliskan naskah bukunya. Melainkan orang yang memiliki kemampuan
untuk menuliskan sendiri naskahnya secara mandiri. Bagimana kemampuan itu
diasah? Dengan cara berkomitmen untuk tidak melewatkan 1 hari pun dalam hidup kita
TANPA MENULIS. Jadi, bapak ibu sekalian. Jika Anda sungguh-sungguh
ingin menjadi penulis handal; mulai sekarang, berkomitmenlah untuk menulis
setiap hari. Seberapa banyak? Kalau saya pribadi, 1 hari 1
artikel. Nah kalau ukurannya jumlah artikel, berarti tidak ditentukan
jumlah katanya kan ya. Kan jaman dulu kalau kita mau mengirim artikel ke
koran, itu ada ketentuan jumlah kata. Hal itu membuat penulis pemula
kesulitan.. kenapa ? Karena bukan hal yang mudah untuk menuangkan gagasan
secara indah dengan jumlah kata yang ditentukan.Maka bagi saya, ukurannya
adalah "1 Artikel". Artikel itu apa? Sebuah paparan yang memuat
buah pikiran penulis sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Begitu
ukurannya. Jadi, yang penting dalam 1 hari itu ada karya tulis ibu bapak
yang "KALAU" dibaca orang lain, mereka akan memahaminya. Oya,
kenapa saya pakai kata KALAU? Karena, belum tentu ada orang yang
membaca artikel itu Duh, sedih banget ya. sudah cape-cape nulis tapi kok
nggak ada yang baca.
Yang
Perlu Diperhatikan adalah: Ditahap belajar ini, sebaiknya kita tidak terlalu
baper soal ada yang baca apa nggak. kenapa? Karena kalau orang lain baca
pun belum tentu feedbacknya positif kan ya. Kan tidak sedikit orang yang
berhenti menulis karena pembacanya memberi feedback negatif. so, yang penting
menulis saja dulu. Kalau tulisannya sudah memenuhi standar minimal untuk
dibaca orang, YAKIN DEH bakal dibaca.
Setelah membahas tentang WHY yang berhubungan proses membiasakan diri dalam menulis itu. Sekarang kita bahas WHATnya.
Setelah membahas tentang WHY yang berhubungan proses membiasakan diri dalam menulis itu. Sekarang kita bahas WHATnya.
WHAT
v WHAT makes you write
something? Apa sih yang menjadi mendorong Anda untuk menulis?
Pertanyaan ini sederhana.Tapi orang yang tidak menemukan jawaban yang tepat, akan berhenti ditengah jalan.Jadi mari kita tanyakan kepada diri sendiri dulu apa yang mendorong kita menulis. dengan kata lain, apa sih tujuan kita menulis?
Contoh :
v Pertama, Ada orang yang
menulis agar mendapatkan uang? Ada. Dulu, saya pernah berada di level itu. Saya menulis
untuk mendapatkan uang, karena saya butuh untuk biaya sekolah. Apakah saya
berhasil? Lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya. lebih banyak naskah
yang dikembalikan redaksi daripada diterbitkan. Saat itulah kemudian saya
sadar bahwa, menulis karena ingin mendapatkan uang; bukanlah nilai pribadi
saya. Dan sampai sekarang, saya menulis BUKAN untuk uang. Bapak ibu
boleh nggak menjadikan uang sebagai pendorong utama dalam menulis. boleh saja.
tidak masalah. Tapi nanti seiring berjalannya waktu kita akan menemukan apa
dorongan yang paling cocok buat kita.
v Kedua, menulis dengan
dorongan INGIN BERBAGI PENGETAHUAN. Nah, yang ini menurut hemat saya; paling
sesuai dengan jiwa pendidik seperti kita. Pengalaman Om Deka ketika menulis
orientasi karena uang, kadang saya kecewa karena penerbit menolak. Seperti
diremehkan oleh mereka deh rasanya. Kita juga bisa kecewa jika bayarannya
ternyata tidak seperti yang kita harapkan. Royalti penulisan buku misalnya.
Lantas dari mana IDE Menulis setiap hari? Om Deka menyampaikan bahwa segala hal yang bisa ditangkap
oleh panca indra kita adalah sumber ide. Tinggal kita olah saja. berapa
banyak rangsangan yang masuk kedalam sistem panca indra dan indra ke 6
kita? Jumlah rangsangan itu TAK TERHINGGA. Maka
itu berarti bahwa sumber ide penulisan kita bisa SAAAANGAT banyak. Contoh. Hal
apa yang bapak ibu tangkap dengan panca indra sekarang?. Ada bunyi AC?. Itu
sumber ide. Ada suara seseorang yang lewat didepan rumah? itu sumber ide. Ada
bunyi PRAAAANG! gara-gara panci jatuh? semua sumber ide. Dan ide itu, hanya
butuh sentuhan berupa mengolah pikiran yang kemudian menuangkan hasil olah
pikir itu kedalam tulisan dan karena rangsangan itu selalu ada setiap hari,
maka kita semua sebenarnya bisa menulis setiap hari. Setiap saat ada ide
disanalah sumber tulisan kita. Terima kasih Om Deka.
Selayang
Pandang sang Narasumber. Dalam
bidang pelatihan Deka merupakan salah satu dari sedikit trainer di Indonesia
yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku
pengembangan diri. Pak Deka juga berbicara di radio, tampil di televisi,
menulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam
publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang
Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada
Februari 2011 Om Deka terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event
Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Pak
Deka membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan,
interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Om Deka tunjukkan langsung
dihadapan peserta. Pak Deka tidak hanya bicara tentang teori, melainkan
mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan yang kreatif, interaktif dan
variatif. Untuk mengundang Om Deka bicara di perusahaan silakan hubungi 081219899737. Wah mantabz sekali narasumber kita kali ini,
selamat menulis, semoga sukses !
Dilanjutkan sharing, tanyajawab oleh
teman-temanku yang hebat diantaranya: Om Deka dalam sesi tanya
jawab. Nanti setiap pertanyaan langsung Om Jawab. Setiap pertanyaan akan
diberikan kode P1 hingga seterusnya. Bila Om Deka sudah selesai menjawab mohon
di chat terakhir tuliskan huruf N, sebagai tanda boleh melanjutkan ke
pertanyaan berikutnya. Terima kasih, jelas om Bambs.
P1. Selamat siang. Saya Dwi
Mulyanti. Dr SMKN 1 Kademangan Kab. Blitar. Pertanyaan saya 1. Berapa lama
pengalaman bapak mengasah menulis hingga akhirnya dipercaya oleh penerbit
seperti sekarang ini?. 2. Sebagai permulaan, Seperti apa strategi dan Tips
memilih penerbit yang sesuai dengan buku yang akan kita terbitkan? (N)=Baik Bu
Dwi. Saya mulai menulis sejak SD, aktif sekali SMP sampai ikut lomba-lomba.
Berarti sudah sekitar 40 tahun menulis. 1. Kapan mulai dipercaya oleh penerbit?
Sekitar 10 tahun lalu. Jadi butuh 30 tahun perjalanan terlebih dahulu. Tapi,
ada tapinya. Kondisi saya dulu beda dengan sekarang. Dulu, penerbit hanya
sedikit. Dan mereka punya bargaining power yang sangat tinggi. Maka mereka
sulit ditembus. Sekarang, ada Sangat banyak penerbit. bahkan menerbitkan
sendiri pun bisa. Sehingga Bu Dwi tidak butuh waktu selama saya untuk diercaya
penerbit. #2. Kalau kita masih pemula, sebaiknya tidak usah menerapkan terlalu
banyak kriteria penerbit. Karena kita yang masih pemula butuh mereka kan ya.
Strateginya paling gampang adalah; Ibu terus ikut kursus menulis seperti dalam
kegiatan group ini.
P2. Saya Syukri dari padang
mau tanya sama bang deka, yang pertama,nulis setiap hari kalau dipaksakan
mungkin bisa ya bang. Tapi tentang Themanya apakah harus terstruktur atau bagaimana
bang. Yang kedua berapa banyak kah kita harus nulis per hatinya?. Yang ketiga
untuk masa berapa lama tulisan trsebut kita kumpulkan?. Makasih atas jawabannya
bang deka. (N)=Baik
Pak Syukri. Betul pak, kalau dipaksa bisa. Tapi, 'paksaan' adalah sebuah proses
yang efektif untuk mendisiplinan seorang pembelajar yang belum memiliki
'refleks menulis' sendiri. Saya misalnya, sudah mulai menulis sejak SD. Tapi
menulis setiap harinya baru setelah bekerja .
Bahkan bagi yang sudah biasa
menulispun butuh dipaksa. 1) Mengenai Thema, dalam tahap belajar; TIDAK USAH
KHAWATIR SOAL TEMA dan sistematika penulisan. Pokoknya nulis saja. Tidak usah
takut salah. toh ini bukan UN kan? Kalau saya bicara dengan penulis yang sudah
pro, saya menuntut mereka hasil karya yang pro. Tapi, bagi pembelajar, yang
terpenting adalah; kemauan untuk terus praktek menulis. Lalu, bersedia
mendengar masukan dari orang lain untuk perbaikannya. #2. berapa banyak
perhari? Targetkan 1 karya tulis. Sepanjang apa? Berapa kata? Bebas. yang
penting, karya tulis itu bisa menampung buah pikiran sehingga pembaca mengerti.
Contoh,. jika kita ingin menulis dengan tema "PANTANG MENYERAH"
misalnya. Tulisan bapak tidak usah 1000 kata. Cukup 2 atau 3 paragraf saja.
Lalu, minta orang lain baca. Jika mereka bisa menerima atau mengerti ide yang
ingin bapak sampaikan, berarti tulisan itu sudah menjadi 1 artikel. Nanti,
panjang dan bobot tulisannya pelan-pelan ditingkatkan #3. Tidak ada standar
berapa lama masa pengumpulan. kecuali jika bapak punya kontrak dengan penerbit.
Misalnya disepakati dalam 2 bulan naskah harus selesai. Kalau bapak menulis
untuk tujuan lain, maka waktunya bisa beda lagi
P3. Nama saya Heni Ekawati,
S.Pd, M. Pd, Asal sy dr Aceh,,sy betugas di SLB. B YPAC BANDA ACEH. Sy ingin
bertanya pak,,dari mana awalnya sy bercerita yang saya ingin menuliskan tentang
kisah Anak Istimewa yaitu Dunia Tanpa Suara....Bu Heni Ekawati. (N)=Itu topik
yang keren. Dari kalimat "DUNIA TANPA SUARA" saja sudah mengundang
pertanyaan orang. "Apaan sih maksudnya?". Saya contohkan ya. Saya
akan memulai sebuah tulisan dengan tema itu. nanti bisa ibu lihat bagaimana
mengawali tulisannya. Dari kalimat "DUNIA TANPA SUARA"
saja sudah mengundang pertanyaan orang.
Paragraf
1: Hey
kamu. Pernahkah kamu membayangkan bagimana seandainya tidak seorang pun
bersuara didunia ini. Tentu akan sepi sekali harimu kan? Tapi. bisakah kamu
membayangkan seandainya hal itu benar-benar terjadi? Sekarang. Coba pejamkan
matamu. Lalu bayangkan. Andai saja tak segencring suara pun tertangkap
pendengaranmu.
Sekarang, bisakan Ibu Heni lajutkan?
Sekarang, bisakan Ibu Heni lajutkan?
Eh, tapi. menurut kamu. Apakah mungkin
telingamu benar-benar tidak bisa mendengat bahkan sekedar bunyi 'ting' pun?
Nggak ya. Nggak mungkin kamu nggak dengar bunyi anakku. Tahu kenapa? Karena
ketahuilah sayang, bahwa Allah sayang banget sama kamu. Sehingga engkau bisa
mendengar berbagai macam suara.
Paragraf kedua ni, paragraf terakhir saya begini: Nak. Kamu sudah
bersyukurkah dengan karunia indah itu? Karena ada loh, di desa sebelah. Seorang
gadis yang tidak seberuntung kamu, sayang. Tapi sejak lahir sampai usianya yang
menginjak 15 itu, tidak pernah mendengar apapun ditelinganya selain hening
semata. Hebbbatnya..., gadis itu tidak pernah mengeluh nak. Tidak pernah pula
sekalipun dia bersedih. Pokoknyaaa..a-aaapa ya. Ehm, ibu...ibu kehabisan
kata-kata untuk menjelaskan kemulian dirinya dibalik heningnya dunianya. Jika
kamu tidak keberatan, sayang. Bolehkan Ibu mencari tahu lebih banyak tentangnya
dan menceritakan kisah indah tentang gadis itu kepada hari Jumat nanti ?. Sudah sampai pesannya nggak dengan 3 paragraf
itu?. Minimal ada 1 gagasan yang
sudah sampai kepada pembaca. Dan diujung ceritanya, ada 'komitmen' untuk melanjutkan,
jelas om Deka dengan pengharapan ibu Heni bisa melanjutkan.
P4. Assalamualaikum Pak
Dadang.saya baru tahu adanya Gosh writter itu.tapi saya ingin menerbitkan buku
itu klo hasil dari tulisan saya sendiri. yang menjadi hambatan saya selalu ga
pede ketika ingin mulai menulis, seakan ide itu hilang.bagaimana caranya supaya
tetap semangat untuk bisa menulis dan supaya ide itu ga hilang. Eti Haryati
dari Bogor. (N)= waalaikumsalaam warohmatullah. Bu Eti. Keren. Ijinkan saya
menambahkan bahwa menggunakan jasa "GHOSTWRITER" itu bukan hal yang
buruk ya. Tapi itu cocoknya hanya untuk mereka yang hanya ingin menerbitkan
buku. Kalau kita kan ingin menjadi penulis terampil, maka itu bukan opsi yang
tepat buat kita. Mengenai tidak pede. Itulah sebabnya tadi saya sampaikan bahwa
dalam proses latihan menulis, kita tidak perlu terikat dengan target berapa
jumlah kata. kan di sekolah dulu ada pelajaran mengarang ya. bu gurunya bilang
panjang tulisan minimal 1500 kata. Widiiih, bagi pemula mah pusing banget. Jadi
nyantai aja. Jawab om Deka dengan kalem.
P5: Maaf Om DK, dalam menulis
sebuah buku apakah kita menentukan judul baru menulis artikel2 yg berkaitan dgn
judul atau kita menulis artikel-artikel dulu baru diberi judul utk menjadi
sebuah buku?. Agus Purwadi, Ponjong (N)=Baik pak Agus. Dulu buku saya yang
judulnya "OUTSHINE" diberi judul duluan. Naskahnya ditulis
belakangan. Sedangkan buku "KETIKA SEMUT DAN GAJAH BEKERJA" ditulis
naskahnya duluan. Jadi, tidak ada keharusan menulis judul dulu atau naskah
duluan.
Dipertengahan menjawab
pertanyaan om Bambs, sebagai moderator mengingatkan kepada om Deka masih ada 11
penanya di belakang. Santai aja jawab om Deka
P6. Saya coba menulis di
kompasiana namun yang membacanya tidak begitu banyak, Apakah tulisan-tulisan
itu bisa di jadikan buku kompilasi ? (Isar Daduki). (N)= Nah, pak Isar. Kalau
sebuah tulisan sedikit yang baca, TIDAK BERARTI tulisannya tidak bagus. Bisa
saja tempat penayangannya yang kurang tepat.Tulisan-tulisan bapak bisa dibuat
kompolasi. Kalau ketemu audiens yang tepat, tentu akan banyak yang membacanya
Om Deka, barangkali karena waktu dibatasi sampai 15.00.
Sisa pertanyaan nanti saya kirim lewat email atau WA ?
P7. Assalamu'alaikum. Sangat
menarik Om Deka. Bgm menjaga keistiqomahan menulis setiap hari? Sebab bagi saya
kadang semangat menulis, kadang luruh semangatnya. Terima kasih. Isminatun,
Sukoharjo. (N)=Waalaikumsalaam warohmatullah Bu Isminatun. itulah pentingnya
menemukan WHAT MAKES YOU WRITE yang tadi kita bahas. Karena hal itu akan
menentukan tingkat istiqomah kitaTapi jawaban dari WHAT tadi sifat individual. Kalau
kita menulis karena uang, maka bakal berhenti ketika hasil karyawa kita nggak
jadi uang banyak. Tapi kalau kita punya alasan yang lebih tinggi lebih mulia
lebih bernilai Insya Allah akan istiqomah
Saya, misalnya. Sekarang
menulis lebih karena ingin agar Allah mengajari saya sesuatu. lalu yang Allah
ajarkan itu saya bagikan kepada orang lain. Dengan itu, maka saya selalu tanya;
Ya Allah, hari ini saya bisa belajar apa?. Dapat jawabannya dituliskan lalu
dibagikan Makanya sekarang saya justru lebih tertarik untuk menulis artikel
setiap hari kemudian diberikan secara free daripada memikirkan menerbitkan buku.
Dengan demikian, maka gagasan saya bisa lebih cepat sampai kepada orang lain
Kesimpulan:
Menulis setiap hari itu melatih skill kita. Karena menulis setiap hari itu membantu menjaga keselarasan antara otot-otot tubuh kita. Dan ide menulis setiap hari juga merangsang indra kita terlatih. Kepekakaan terhadap sekitar bisa ditulis sebagai IDE tulisan kita. Tulislah setiap hari sampai menemukan personal branding yang akhirnya nanti akan di terbitkan di media massa untuk dijadikan Buku. Penerbit sekarang tidak sama dengan 20 tahun lalu. Menulislah setiap hari maka penerbit buku akan mencari anda, bukan anda yang mencari penerbit ? Dengan skill penulis akan diburu penerbit. Menulis setiap hari sampaikan pada pembaca dan ujung ceritanya ada komitmen untuk melanjutkannya.
Menulis setiap hari itu melatih skill kita. Karena menulis setiap hari itu membantu menjaga keselarasan antara otot-otot tubuh kita. Dan ide menulis setiap hari juga merangsang indra kita terlatih. Kepekakaan terhadap sekitar bisa ditulis sebagai IDE tulisan kita. Tulislah setiap hari sampai menemukan personal branding yang akhirnya nanti akan di terbitkan di media massa untuk dijadikan Buku. Penerbit sekarang tidak sama dengan 20 tahun lalu. Menulislah setiap hari maka penerbit buku akan mencari anda, bukan anda yang mencari penerbit ? Dengan skill penulis akan diburu penerbit. Menulis setiap hari sampaikan pada pembaca dan ujung ceritanya ada komitmen untuk melanjutkannya.
Pesan diakhir kuliah online, om Deka bilang: “ Boleh jadi seseorang sedang menanti buah
pikiran mu untuk dibacanya dengan penuh kekaguman ”. So menulislah, kata om Deka dengan penuh pengharapan dan
optimis ! Terima kasih ilmu Om Deka luar biasa sekali....Semangat di Bulan
Ramadhan penuh rahmat dan berkah semoga ilmu Om Deka menjadi ilmu yang yang
bermanfaat menjadi amal jariyah beliau, aamiin. So...semangatlah jangan lupa
saling blog walking untuk mengukur kemampuan menulis kita. Banyak orang tidak
pede (=percaya diri) saat mau menuangkan gagasan lewat tulisannya. Percayalah. Kamu
bisaaa !
Muh.
Taufiq
SMAN
1 Semanu, Gk, D.I. Yogyakarta.

makasih om
BalasHapusMantap pak
BalasHapusmakasih sudah kunjung blog saya dan memberikan jejaknya..
Hapusmakasih bu ..tanggapannya smg juga sukses untuk panjenengan
BalasHapus