RESUME PERTEMUAN KE-8
” MENULIS TANPA IDE
“ BERSAMA PAK BUDIMAN HAKIM
Panggilan Keren “ OM BUD ”
Pertemuan
ke delapan dilaksanakan pada hari: Selasa, 7 April 2020. Dimulai jam 19.00 WIB
– 21.40 WIB. Untuk malam ini moderator bukan om jay tapi dimandatkan ke pak
Bambang. WA group untuk peserta seperti biasanya di”off” kan sejak pukul 18.00
WIB.
Tema
malam ini sangat menggelitik, atau malah sepertinya “mengejek” saya , karena
termasuk kaalau mau menulis tidak punya ide atau gagasan yang pasti, yaitu “menulis tanpa ide”.Moderator, pak
Bambang mempersilakan Pak Budi untuk memberikan materi dan nanti diakhiri tanya
jawab.
Awalnya
Pak Budi memperkenalkan diri, dan minta kepada peserta untuk memanggil beliau om Bud. Karena seluruh keluarganya memanggilnya
dengan om Bud juga.
Cara
beliau menyampaikan materi sangat santai, ramah tapi menggairahkan bagi penulis
pemula, seperti saya ini. Jadi kepingin terus menulis dan menulis, semangatku
berapi-api. Sungguh… Kata penggagas CERPENTING,
om Bud bahwa menullis yang menarik itu kalau tulisannya dapat menggugah emosi
pembaca. Apa itu CERPENTING , adalah cerita pendek tidak penting.
Tulisan
yang bagus adalah yang mampu menggugah EMOSI pembacanya.. Cara menilainya cuma
dengan 1 pertanyaan: Apakah buku kita mampu membuat pembaca tertawa
terbahak-bahak. Artinya ketika orang menangis atau tertawa, maka di situlah
saat tulisan kita mampu menggugah EMOSI pembacanya. Jadi kata kuncinya adalah
‘EMOSI’. Kesimpulannya adalah ketika kita menulis sebuah cerita, kita wajib
memasukkan unsur EMOSI dalam cerita itu. Sayangnya pelaksanaannya ternyata
tidak semudah itu. Ketika kita ingin menulis, seringkali kita gak punya ide. Orang-orang
banyak yang mengistilahkan kondisi ini dengan writers’ block ( blank ).
Nah,
untuk mengantispasi hal ini ada dua hal yang bisa kita lakukan.
1. MEMANFAATKAN EMOSI.
Caranya
sangat sederhana. Cara tuliskan semua perubahan EMOSI dalam kehidupan kita
sehari-hari. Metode ini biasa saya sebut dengan CERPENTING. Singkatan dari
Cerita Pendek Tidak Penting. Cerpenting adalah metode menuliskan
peristiwa-peristiwa REMEH yang terjadi di sekeliling kita. Meskipun ceritanya
sepele tapi ternyata kita ketawa atau terharu atas peristiwa itu. Dengan kata
lain emosi kita tergugah. Jadi tuliskanlah peristiwa tersebut. Perlu dipahami
benar, ya, bahwa ceritanya harus benar-benar TIDAK PENTING. Kalo kalian
menuliskan dilema diajak pacar untuk pindah agama maka itu cerita penting. Kalo
kalian bercerita tentang anak yang terpengaruh temannya nyoba-nyoba narkoba maka
itu cerita penting. Cerpenting haruslah cerita yang tidak penting itu sebabnya
METODE LATIHAN MENULIS ini disebut cerpenting = Cerita Pendek Tidak Penting. Ceritanya
bisa macem-macem.
Cari
cerita yang paling REMEH tapi bikin kita ketawa, marah, terharu, pokoknya semua
rasa yang menggugah emosi kita. Misalnya
yang punya anak kecil pastinya sering ngakak ngeliat kelucuan anaknya. Atau
kalian mau cerita horor waktu dikejar-kejar oleh kecoa terbang? Pokoknya
pengalaman remeh apapun yang kalian alami, selama itu menggugah emosi?
TULISKAN! Terserah kalianlah apa yang mau ditulis. Intinya apapun yang
menggugah emosi? Tuliskan!
Menulis
cerpenting memang menuliskan sesuatu yang TIDAK PENTING tapi manfaatnya SANGAT
PENTING. Kenapa? Kalo kita bisa menggugah emosi pembaca dengan topik yang
SANGAT SEPELE, apalagi kalo kita menuliskan hal yang SANGAT PENTING, pastinya
bakalan jadi bagus banget Gak usah
mikirin apa gunanya tulisan itu. Anggap aja itu adalah latihan menulis yang
menyenangkan. Kenapa menyenangkan? Karena kita mengalaminya sendiri dan terbukti
menggugah emosi, jadi gak ada salahnya kita abadikan. Menulis itu persis kayak
memasak. Supaya tambah enak, tambahkanlah bumbu-bumbu,
Berikut
beberapa contoh cerpenting yang pernah saya tulis. CERPENTING #1 “BACA BUKU
LOMPAT-LOMPAT” Penggalan cerpen 1.............Dengan cuek Indri langsung
bergabung di meja saya lalu berkata, “Om Bud, gue udah baca buku lo yang
judulnya STORYTELLING. Bagus banget! Gue suka.” “Kok bisa bilang bagus? Emang
lo udah abis bacanya?” tanya saya.“Belom, sih,” katanya, “Abis gue bacanya
lompat-lompat.” Saya berhenti menyuap ifumi, memegang pundaknya lalu berkata,
“Lain kali kalo baca buku, lo harus duduk. Kalo lompat-lompat ya susah
nyelesainnya.” “HAHAHAHAHAHAHAHA….Gila lo!!!” Coba perhatikan cerita sederhana
ini. Sama sekali gak penting. Lucu, kan? Kalo mau kekinian, cerita ini bisa
kita bikin versi videonya. Maka jadilah
konten menarik yang bisa kita posting di IG, Youtube dll.
CERPENTING
#2 PERCAKAPAN DI SEBUAH BAR.Penggalan cerpen ke-2…..“Eh, Bon. Lo tau Superman
is dead?” tanya saya. Di luar dugaan Boni menjawab, “Hah?
Innalillahiiii….Kapaaan????” tanya Boni. Hahahahahahaha…tentu saja saya ngakak
abis mendengar omongannya. Gampang banget kalo mau dijadikan konten video. Luar
biasa kan manfaat cerpenting? Jadi mulai sekarang, setiap kalian tergugah
emosinya, langsung dicatat. Simpan di laptop. Kumpulkan dalam satu folder dan
beri nama ‘SUMBER IDE’. Setiap kali kita butuh ide untuk menulis, kita tinggal
buka folder itu. Inspiratif, kan? Kalo kita mau lebih peka terhadap apa yang
terjadi pada kita sehari-hari, sebetulnya ada banyak yang bisa kita tuliskan
menjadi cerpenting.
2. MEMANCING EMOSI
Metode
yang kedua adalah memancing emosi. Dari emosi yang kita dapet bisa kita
konversikan menjadi ide. Pernah kan kalian ngedenger orang ngomong,
"Jangan tunggu kaya lalu baru berderma. Berdermalah dulu maka in shaa
Allah kita akan menjadi kaya. Ada lagi yang kalimat yang mengatakan,
"Jangan menunggu bahagia lalu baru tersenyum. Tersenyumlah maka
kebahagiaan akan datang padamu." Saking banyaknya sampe saya curiga bahwa
formulasi kalimat tersebut adalah RAHASIA KEHIDUPAN. Kenapa demikian?m Karena
sepanjang pengalaman menulis, saya juga menemukan RAHASIA cara menulis tanpa
ide. Bunyinya begini, "JANGAN
MENUNGGU IDE DATANG LALU BARU MENULIS. MENULISLAH DULU MAKA IDE AKAN DATANG
PADAMU." Ajaib, ya? Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa menulis
kalo belum ada ide? 'Gue sih mau nulis tapi belom ada ide nih.' Nah, itu
keliru. Itu salah. Salah besar!!!! Perlu saya tekankan bahwa: IDE ITU GAK BOLEH DITUNGGU. IDE ITU HARUS
DIPANCING. Caranya begini: Coba perhatikan sekeliling kalian. Lalu tuliskan
benda-benda yang kita tangkap melalui pancaindera. Kemudian gabungkan dan susun
semua benda tadi menjadi satu kesatuan dalam beberapa kalimat. Dengan
menuliskan apa yang ditemukan oleh pancaindera, tulisan tersebut akan berfungsi
menjadi pemicu supaya ide datang.
Pesan
om Bud pada akhir penyampaian materi malam ini : “ menulis itu sebuah proses,
bukan skill yang bisa diperoleh dalam
waktu semalam. Jadi kita memang harus berlatih”. Berlatih memang sebuah
periode yang membosankan. Itu sebabnya metode ini saya ciptakan supaya proses
latihan jadi menyenangkan.
Pada
sesi Tanya jawab , tanggapan dari om Bud, antara lain: strategi yang harus
disiapkan oleh penulis adalah banyak variasinya, bisa memakai kalimat aktif
maupun pasif. Juga bisa memakai symbol atau metafora. Pilih dulu topik apa yang
akan kita tulis dan pilih topik yang paling kita kuasai. Kalau nulis gak usah
pedulikan panjangnya berapa. Tulis dulu sampai selesai. Yang penting di dalam
hati kita telah terekspresikan sepenuhnya….
Karena
materi sangat menarik dan peserta sangat antusias maka masih banyak pertanyaan
yang belum terjawab pada malam ini.Tetapi semua pertanyaan sudah masuk pada om
Bud, karena faktor waktu…Amazing….Luar biasa sangat menginspiratif..”menulis
tanpa ide”
Matur
Nuwun om Bud , Pak Bambang dan Om Jay
Selamat
malam ….pertemuan diakhiri Jam 21.40 WIB
Muh. Taufiq
SMA Negeri 1 Semanu, Gk, Daerah Istimewa
Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar