Selasa, 07 April 2020

Pertemuan 8 Bersama Om Bud


RESUME PERTEMUAN KE-8
MENULIS TANPA IDE “ BERSAMA PAK BUDIMAN HAKIM
Panggilan Keren “ OM BUD ”

Pertemuan ke delapan dilaksanakan pada hari: Selasa, 7 April 2020. Dimulai jam 19.00 WIB – 21.40 WIB. Untuk malam ini moderator bukan om jay tapi dimandatkan ke pak Bambang. WA group untuk peserta seperti biasanya di”off” kan sejak pukul 18.00 WIB.

Tema malam ini sangat menggelitik, atau malah sepertinya “mengejek” saya , karena termasuk kaalau mau menulis tidak punya ide atau gagasan yang pasti, yaitu “menulis tanpa ide”.Moderator, pak Bambang mempersilakan Pak Budi untuk memberikan materi dan nanti diakhiri tanya jawab.

Awalnya Pak Budi memperkenalkan diri, dan minta kepada peserta untuk memanggil beliau om Bud. Karena seluruh keluarganya memanggilnya dengan om Bud juga.

Cara beliau menyampaikan materi sangat santai, ramah tapi menggairahkan bagi penulis pemula, seperti saya ini. Jadi kepingin terus menulis dan menulis, semangatku berapi-api. Sungguh… Kata penggagas CERPENTING, om Bud bahwa menullis yang menarik itu kalau tulisannya dapat menggugah emosi pembaca. Apa itu CERPENTING , adalah cerita pendek tidak penting.

Tulisan yang bagus adalah yang mampu menggugah EMOSI pembacanya.. Cara menilainya cuma dengan 1 pertanyaan: Apakah buku kita mampu membuat pembaca tertawa terbahak-bahak. Artinya ketika orang menangis atau tertawa, maka di situlah saat tulisan kita mampu menggugah EMOSI pembacanya. Jadi kata kuncinya adalah ‘EMOSI’. Kesimpulannya adalah ketika kita menulis sebuah cerita, kita wajib memasukkan unsur EMOSI dalam cerita itu. Sayangnya pelaksanaannya ternyata tidak semudah itu. Ketika kita ingin menulis, seringkali kita gak punya ide. Orang-orang banyak yang mengistilahkan kondisi ini dengan writers’ block ( blank ).
Nah, untuk mengantispasi hal ini ada dua hal yang bisa kita lakukan.
1. MEMANFAATKAN EMOSI.
Caranya sangat sederhana. Cara tuliskan semua perubahan EMOSI dalam kehidupan kita sehari-hari. Metode ini biasa saya sebut dengan CERPENTING. Singkatan dari Cerita Pendek Tidak Penting. Cerpenting adalah metode menuliskan peristiwa-peristiwa REMEH yang terjadi di sekeliling kita. Meskipun ceritanya sepele tapi ternyata kita ketawa atau terharu atas peristiwa itu. Dengan kata lain emosi kita tergugah. Jadi tuliskanlah peristiwa tersebut. Perlu dipahami benar, ya, bahwa ceritanya harus benar-benar TIDAK PENTING. Kalo kalian menuliskan dilema diajak pacar untuk pindah agama maka itu cerita penting. Kalo kalian bercerita tentang anak yang terpengaruh temannya nyoba-nyoba narkoba maka itu cerita penting. Cerpenting haruslah cerita yang tidak penting itu sebabnya METODE LATIHAN MENULIS ini disebut cerpenting = Cerita Pendek Tidak Penting. Ceritanya bisa macem-macem.
Cari cerita yang paling REMEH tapi bikin kita ketawa, marah, terharu, pokoknya semua rasa  yang menggugah emosi kita. Misalnya yang punya anak kecil pastinya sering ngakak ngeliat kelucuan anaknya. Atau kalian mau cerita horor waktu dikejar-kejar oleh kecoa terbang? Pokoknya pengalaman remeh apapun yang kalian alami, selama itu menggugah emosi? TULISKAN! Terserah kalianlah apa yang mau ditulis. Intinya apapun yang menggugah emosi? Tuliskan!
Menulis cerpenting memang menuliskan sesuatu yang TIDAK PENTING tapi manfaatnya SANGAT PENTING. Kenapa? Kalo kita bisa menggugah emosi pembaca dengan topik yang SANGAT SEPELE, apalagi kalo kita menuliskan hal yang SANGAT PENTING, pastinya bakalan jadi bagus banget  Gak usah mikirin apa gunanya tulisan itu. Anggap aja itu adalah latihan menulis yang menyenangkan. Kenapa menyenangkan? Karena kita mengalaminya sendiri dan terbukti menggugah emosi, jadi gak ada salahnya kita abadikan. Menulis itu persis kayak memasak. Supaya tambah enak, tambahkanlah bumbu-bumbu,
Berikut beberapa contoh cerpenting yang pernah saya tulis. CERPENTING #1 “BACA BUKU LOMPAT-LOMPAT” Penggalan cerpen 1.............Dengan cuek Indri langsung bergabung di meja saya lalu berkata, “Om Bud, gue udah baca buku lo yang judulnya STORYTELLING. Bagus banget! Gue suka.” “Kok bisa bilang bagus? Emang lo udah abis bacanya?” tanya saya.“Belom, sih,” katanya, “Abis gue bacanya lompat-lompat.” Saya berhenti menyuap ifumi, memegang pundaknya lalu berkata, “Lain kali kalo baca buku, lo harus duduk. Kalo lompat-lompat ya susah nyelesainnya.” “HAHAHAHAHAHAHAHA….Gila lo!!!” Coba perhatikan cerita sederhana ini. Sama sekali gak penting. Lucu, kan? Kalo mau kekinian, cerita ini bisa kita bikin versi videonya.  Maka jadilah konten menarik yang bisa kita posting di IG, Youtube dll.
CERPENTING #2 PERCAKAPAN DI SEBUAH BAR.Penggalan cerpen ke-2…..“Eh, Bon. Lo tau Superman is dead?” tanya saya. Di luar dugaan Boni menjawab, “Hah? Innalillahiiii….Kapaaan????” tanya Boni. Hahahahahahaha…tentu saja saya ngakak abis mendengar omongannya. Gampang banget kalo mau dijadikan konten video. Luar biasa kan manfaat cerpenting? Jadi mulai sekarang, setiap kalian tergugah emosinya, langsung dicatat. Simpan di laptop. Kumpulkan dalam satu folder dan beri nama ‘SUMBER IDE’. Setiap kali kita butuh ide untuk menulis, kita tinggal buka folder itu. Inspiratif, kan? Kalo kita mau lebih peka terhadap apa yang terjadi pada kita sehari-hari, sebetulnya ada banyak yang bisa kita tuliskan menjadi cerpenting.

2. MEMANCING EMOSI
Metode yang kedua adalah memancing emosi. Dari emosi yang kita dapet bisa kita konversikan menjadi ide. Pernah kan kalian ngedenger orang ngomong, "Jangan tunggu kaya lalu baru berderma. Berdermalah dulu maka in shaa Allah kita akan menjadi kaya. Ada lagi yang kalimat yang mengatakan, "Jangan menunggu bahagia lalu baru tersenyum. Tersenyumlah maka kebahagiaan akan datang padamu." Saking banyaknya sampe saya curiga bahwa formulasi kalimat tersebut adalah RAHASIA KEHIDUPAN. Kenapa demikian?m Karena sepanjang pengalaman menulis, saya juga menemukan RAHASIA cara menulis tanpa ide. Bunyinya begini, "JANGAN MENUNGGU IDE DATANG LALU BARU MENULIS. MENULISLAH DULU MAKA IDE AKAN DATANG PADAMU." Ajaib, ya? Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa menulis kalo belum ada ide? 'Gue sih mau nulis tapi belom ada ide nih.' Nah, itu keliru. Itu salah. Salah besar!!!! Perlu saya tekankan bahwa: IDE ITU GAK BOLEH DITUNGGU. IDE ITU HARUS DIPANCING. Caranya begini: Coba perhatikan sekeliling kalian. Lalu tuliskan benda-benda yang kita tangkap melalui pancaindera. Kemudian gabungkan dan susun semua benda tadi menjadi satu kesatuan dalam beberapa kalimat. Dengan menuliskan apa yang ditemukan oleh pancaindera, tulisan tersebut akan berfungsi menjadi pemicu supaya ide datang.
Pesan om Bud pada akhir penyampaian materi malam ini : “ menulis itu sebuah proses, bukan skill yang bisa diperoleh dalam  waktu semalam. Jadi kita memang harus berlatih”. Berlatih memang sebuah periode yang membosankan. Itu sebabnya metode ini saya ciptakan supaya proses latihan jadi menyenangkan.
Pada sesi Tanya jawab , tanggapan dari om Bud, antara lain: strategi yang harus disiapkan oleh penulis adalah banyak variasinya, bisa memakai kalimat aktif maupun pasif. Juga bisa memakai symbol atau metafora. Pilih dulu topik apa yang akan kita tulis dan pilih topik yang paling kita kuasai. Kalau nulis gak usah pedulikan panjangnya berapa. Tulis dulu sampai selesai. Yang penting di dalam hati kita telah terekspresikan sepenuhnya….
Karena materi sangat menarik dan peserta sangat antusias maka masih banyak pertanyaan yang belum terjawab pada malam ini.Tetapi semua pertanyaan sudah masuk pada om Bud, karena faktor waktu…Amazing….Luar biasa sangat menginspiratif..”menulis tanpa ide”

Matur Nuwun om Bud , Pak Bambang dan Om Jay
Selamat malam ….pertemuan diakhiri Jam 21.40 WIB

Muh. Taufiq
SMA Negeri 1 Semanu, Gk, Daerah Istimewa Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar