Selasa, 28 April 2020

Resume pertemuan ke-20

Senin, 27 April 2020

MODAL “NGOBROL” BISA NULIS BUKU DAN LAKU JUAL

Resume
Belajar Menulis Gelombang 7, hari Senin, 27 April 2020, merupakan pertemuan ke-20 Edisi bulan Romadlon 1441 H. Kuliah online, kali ini menggunakan aplikasi zoom dan ditayangkan  langsung  dalam youtube. Kuliah yang biasanya dilakukan pada malam hari mulai pukul: 19.00 WIB – 21.00 WIB, tapi karena bulan romadlon dimulai pada pukul 13.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB, agar tidak mengganggu ibadah tarawih maupun tadarus Al-Quran bagi yang mengerjakan. Kuliah online pada siang hari ini di pandu oleh Omjay. Bagi peserta yang mau bertanya bisa menuliskan ke Hp. Omjay atau bisa langsung ke pak Onno pada akhir pertemuan.. Bapak ibu peserta diminta untuk meminimalizir tampilan di video dan mohon untuk di mute, pinta beliau kepada peserta kuliah online. Mari kita simak materi Pak Onno W. Purbo

Secara umum, teknis “Menulis dan Mencetak Buku Digital” atau lebih tepatnya “Menulis dan Mempublikasi Buku” dapat dibaca di onnocenter.id. Selain itu, pada laman ini menyediakan banyak informasi bermanfaat terkait menulis dan menerbitkan buku. Buku digital banyak diminati banya orang karena praktis dan mudah dibawa kemana- mana. Buku digital lebih mudah diakses dengan menggunakan HP, laptop, komputer dll, jelas beliau.

Hal-hal yang biasa menjadi masalah terbesar dalam menulis buku adalah pencarian kata-kata, topik dan jenis buku yang laku. Pada tahap persiapan menghasilkan karya tulis, membaca adalah awalnya. Tidak akan ada yang bisa menulis jika tidak membaca. Kemudian dalam menulis jangan lupa menggunakan rumus 5W+1H :

  1. What,
  2. Where,
  3. When,
  4. Who,
  5. Why dan 
  6. How
Bagaimana cara mencari topik supaya buku bisa laku keras? Tanya pak Onno pada peserta  langsung dijawab beliau :

1.   Memilih topik, mencari tahu keinginan pembaca dan mencari tahu minat pembaca. Ketiga hal ini bisa didapatkan lewat “cara mengobrol”, atau bercakap-cakap dengan orang lain. Katakanlah begini, apa minat mereka, masyarakat tertarik tentang apa, apalagi jika kita sebagai guru, paling mudah mencari topik karena setiap hari kita berbicara dengan siswa. Jadi kita bisa tahu cara penyampaian paling bagus, topik bisa tentang pelajaran atau tentang pengetahuan umum, namun tentunya harus berbicara dengan masyarakat. Dari kegiatan tanya jawab, bisa diketahui keinginan atau minat masyarakat itu seperti apa. Nah, hal-hal sederhana ini bisa dijadikan sebagai buku.

2.  Salah satu teknik sederhana menulis adalah menerjemahkan dokumen-dokumen berbahasa asing, misalnya buku berbahasa Inggris; dikumpulkan jadi satu dokumen, kemudian dijadikan paragraf baru menggunakan bahasa atau kata-kata sendiri yang lebih enak dibaca dan dipahami. Artinya gabungan beberapa buku terjemahan menjadi sebuah buku baru. Kemudian buku-buku yang kita gunakan dimasukkan dalam referensi, namun perlu diingat bukan terjemahan lagi. Ini merupakan salah satu menulis sederhana, tanpa mengarang kata-kata sendiri. Sebagai dosen, pak Onno sering memberikan tugas menulis buku pada mahasiswa, mereka harus bisa menulis buku dengan topik apa yang sedang dikuliahkan. Untuk memudahkan penulisan, maka mereka diberi akses ke perpustakaan digital milik bapak Onno. Dalam digital library tersebut tersedia beragam jenis buku. Salah satu cara interaksi dengan orang banyak adalah menggunakan media sosial, seperti twitterfacebook atau instagram. Jangan lupa dituliskan referensinya.

3.     Biasakan mencatat atau membangun kebiasaan mencatat, misalnya mencatat di wiki atau di mana saja. Jadi mencatat apa saja sedikit demi sedikit setiap hari. Dikumpulkan dan nantinya bisa jadi buku. Ini merupakan salah satu kunci yang paling penting dalam menulis. Menyinggung tentang menulis di wiki, memberi manfaat tersendiri. Misalnya kita mencari topik tertentu, maka tinggal ketik di menu Search kemudian Enter, langsung dapat. Jadi menulisnya dalam bentuk elektronik. Selain itu hasil tulisan bisa dibaca semua orang. Kegiatan mencatat setiap hari ini sangat penting.

Berkaitan dengan menulis ilmiah di jurnal, yang perlu diperhatikan adalah penulisan referensi. Referensi yang berbahasa Indonesia biasanya sulit untuk diterbitkan di jurnal internasional. Dalam menggunakan referensi berbahasa asing, kita bisa menggunakan googlescholar,tinggalketikdi websearch menu https://scholar.google.com

Cara memperoleh referensi berkualitas berbahasa asing adalah masuk ke google scholar, masukkan kata kuncinya, akan muncul file-file yang dibutuhkan, tinggal klik kanan dan cite. Namun sebelum itu, perlu membaca abstrak tulisan terlebih dahulu, apakah sesuai dengan paper yang kita butuhkan. Kemudian bagaimana supaya buku bisa terbit? Penerbit membutuhkan naskah yang harus disiapkan penulis, yaitu:

1.   Halaman Judul
2.   Kata Pengantar. 
3.   Daftar Isi
4.   Materi Lengkap (Ditambah folder gambar, jika ada).
5.   Tentang Penulis,.
6.   Daftar Pustaka
7.   Sinopsis.

Halaman judul, tidak perlu ada desain sampul atau ”cover”. Kata pengantar sebaiknya ditulis sendiri, tapi boleh juga ditulis oleh lebih dari satu orang. Dalam materi kalau berupa gambar ber resolusi besar  alangkah baiknya tidak berwarna, cukup hitam putih saja. Tentang penulis, ditulis yang pokok saja dalam satu paragraf. Sinopsis adalah menuliskan ringkasan cerita tentang isi, maksud dan tujuan buku ini ditulis, atau merupakan inti dari buku tersebut.
Draff Buku yang akan dikirim ke penerbit, semua naskah dibuat sederhana saja dalam Ms Word. Sebagai tambahan informasi bagi penulis, biasanya Penerbit ANDI Offset melakukan layout sendiri terhadap buku, Penerbit menerbitkan buku bukan karena berkualitas, tapi karena bukunya bisa laku dijual. Jadi, sekali lagi kita harus menulis buku yang bisa laku dijual. Kalau buku yang kita tulis adalah buku pegangan siswa, penerbit akan senang sekali. Terutama buku pegangan untuk murid SD karena jaminannya adalah pembelinya banyak. Dapat dikatakan bahwa topik tulisan adalah penentu laku atau tidak lakunya buku. Beruntunglah penulis yang menulis buku sekolah dasar. Tapi ingat buku perlu menyesuaikan dengan keputusan Mendikbud. Penerbit paling senang dengan buku-buku Sekolah Dasar (SD).

Selanjutnya  diselingi tanya jawab para peserta yang hebat-hebat antara lain:
Apakah ada Royalti? Tanya salah satu peserta . Jawab: Penerbit Andi Offset royaltinya 5-10%. Peluang besar sebenarnya ada di guru-guru SD yang jadi penulis, karena murid SD jumlahnya banyak sekali. Artinya, hidup bisa dijamin dari royalti. Yang menjadi guru SD paling untung, karena buku yang paling laku adalah buku SD. SMP lumayan agak banyak. SMA SMK lebih sedikit peminatnya. Terlebih buku untuk S2,S3 tidak banyak yang laku, terang  pak Onno sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana mencetak buku digital ?, Jawab: Sederhana, tinggal Save As PDF saja  file wordnya atau Print As PDF. Buku digital bentuknya PDF. Cukup sampai di situ sudah jadi buku digital. Selanjutnya diupload ke website atau disebar di  WhatssApp, kata pak ono sembari tertawa. Ingat, menulis buku yang bisa laku dijual, tidak harus bukunya bagus. Salah satu pemikat penerbit adalah jumlah follower yang banyak di medsos, karena ini bisa meyakinkan penerbit bahwa pembacanya banyak. Cover buku berperan banyak dalam penjualan buku. Penerbit ANDI Offset biasanya merancang cover buku. Penulis hanya perlu menyiapkan materi.. Penulisan buku bisa menggunakan Ms Word di Windows atau Libre Office Writer di Linux.

Jika anda berniat menerbitkan buku digital bisa ber-ISBN. ISBN bisa dikeluarkan dari sekolah, tidak hanya dari penerbit. Maksudnya adalah sekolah bisa jadi penerbit, tidak harus jadi penerbit sungguhan. Nanti Perpusnas akan mengeluarkan izin agar sekolah mengeluarkan ISBN. Namun, setiap kali akan mengeluarkan ISBN, sekolah  harus mengajukan buku ke Perpusnas untuk diberikan ISBN. Bagi guru PNS, buku ber-ISBN bisa untuk pengajuan Penilaian Angka Kridit (PAK), lumayan bisa menambah penghasilan kelakar beliau.

Disarankan jangan sembarangan meng-copy paste konten yang memiliki Copyright (Hak Cipta),  karena bisa bermuara ke ranah hukum. Sebaiknya menggunakan konten yang berbasis creative commons licenseCreative Commons menyediakan karya kreatif yang tersedia untuk orang lain secara legal agar dapat digunakan kembali dan dibagi secara luas. Konten dengan lisensi Creative Commons  bisa dicek dan digunakan di https://creativecommons.org. Tapi meskipun gratis tetap jangan lupa menuliskan sumbernya untuk sekedar ucapan rasa terima kasih, kepada penulisnya, jelas  pak Onno dengan senyum khasnya.

Pada akhir penyampaian materi pak Onno berpesan tips agar buku kita lolos penerbit adalah buku yang laku “laris” di publik. Buatlah buku pegangan siswa, karena buku pegangan siswa banyak diminati dan lebih banyak laku dipangsa pasar. Dengan demikian  penerbit akan lebih tertarik pada tulisan kita. Bapak ibu yang menginginkan cara membuat modul mata pelajaran masing-masing bisa langsung menghubungi via email saya saja.

Profil beliau :
Onno Widodo Purbo lahir di Bandung 17 Agustus 1962 adalah seorang tokoh dan  pakar dibidang teknologi dan informasi, penulis, pendidik, dan pembicara seminar. Sebagai seorang aktivis Onno dikenal dalam upaya memperjuangkan Linux. Karya inovatifnya diantara ya adalah wajanbolic, sebagai upaya koneksi internet  rumah tanpa kabel dan RT/TW-NET sebagai jaringan komputer  swadaya masyarakat untuk menyebarkan internet murah, serta penerapan open BTS. Beliau betul-betul menguasai IT sehingga dalam penyampaian materi  sangat menarik, dan beliau selalu “smile”, pokoknya kalem deh tapi mudah ditangkap dari pembicaraannya. Memang rasa berbagi ilmu semua “dicurahkan” tanpa ada yang dirahasiakan,  luar biasa dan keren banget.

Silahkan yang akan mengenal dan akrab dengan beliau bisa mengunjungi: Twitter@onnowpurbo,laman https://lms.onnocenter.or.id atau bisa berwira-wiri ria ke Channel YouTube Onno Center di : 


Muh. Taufiq


SMAN 1 Semanu, Gk. D.I. Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar