Senin, 20 April 2020

Praktik Menulis


KASIHKU DAN LONTONG SAYUR


Waktu itu aku kuliah di perguruan tinggi negeri jalur kependidikan atau Institut keguruan ternama di Yogyakarta. Banyak teman-temanku kuliah berasal dari daerah, Klaten, Wonogiri, Gunungkidul, Bantul, Sleman, Kulonprogo, Purworejo, Kebumen, Gombong, Banyumas, Purwokerto, Banjarnegara, Pemalang atau Daerah lain tapi masih termasuk wilayah Propinsi Jawa Tengah. Senang sekali kuliah perdana di Kampus Biru, calon pendidik tunas-tunas bangsa. Dilihat dari cara berpakaianpun berbeda dengan mahasiswa yang kuliah di “Bulak Sumur”,  jurusan ilmu-ilmu murni.

Aku teringat lontong sayur, yang sangat mengesankan bagiku. Ada apa dibalik lontong sayur bagiku ?. Memasuki perkuliahan semester 3, aku sudah mulai tertarik dengan temanku wanita yang satu jurusan di fakultas ilmu sosial. Pada waktu itu bulan romadlon, kita kencan untuk “buka bersama”. Aku habis main bola tergesa-gesa menuju ke kost teman dekatku itu di kampung Kuningan dekat kampus biruku. Aduuh motorku kok  tiba- tiba macet, aku starter dengan kaki kananku, alhamdulillah bisa jalan kembali. Tetapi Baru berjalan 50 m motorku slebor depannya yang aku tulisi “pengantar cita-cita” macet lagi. Hem, kena apa motor Yamaha V75 ku yang biasanya lancar kok aneh ?, gumam aku kesal sambil keringat mengucur,  dan nafas terengah-engah.

Sesampai kost temanku, wajahnya sudah cemberut, aku memaklumi kok, aku akui atas keterlambatan aku sampai kostnya. Aku dan teman dekatku atau boleh dibilang “kekasihku” naik motor “pengantar cita-cita” Yamaha V75 warna hijau, menuju arah selatan daerah Kotagede. Memang kita akan buka bersama dengan makan “lontong sayur” , yaitu lontong yang dikasih sayur lombok dan dikasih telur. Wow, lezat rasanya. Enak ya, kata kekasihku sambil memandang wajahku dengan senyuman manisnya.  Alhamdulillah “lontong sayur”nya bisa merubah muka cemberut menjadi muka yang ceria. Hahaha.(mtq).

Muh. Taufiq
SMAN 1 Semanu, Gk, DIY


5 komentar: