SI
MANIS DARI KINTAMANI
Awan
cerah menghiasi langit di Pulau Dewata. Aku bersama keluarga berjalan-jalan
menikmati indahnya panorama pagi melintasi jalan tol nusa dua yang panjangnya
kurang lebih 1,5 km, kami satu mobil daihatsu
xenia berjalan seperti diatas air yang
jernih. Di tepi pantai terdengar suara kicau burung yang saling bersautan
menambah suasana alam nampak asri. Oh indahnya pantai semawang.
Di
pantai semawang kami ingin melihat mentari keluar dari peraduannya,
menterengnya melihat “sun rice”. Tapi zong, karena sesampai di pantai semawang ternyata
“mendung’, sehingga si mentari tidak kelihatan kala muncul, mulai menyinari
alam seisinya. Kami lanjutkan main kano, aku segede ini belum pernah bermain
kano. Bagaimana sih caranya main kano ? Ternyata perlu keseimbangan dan keterampilan.
Saking asyiiknya main kano, lho..kok waktu sudah menunjukkan pukul :11.00 WITA,
kita kan mau ke Kintamani.
Setelah
dari main kano kami melanjutkan perjalanan ke Kintamani yang berada di lereng Gunung
Batur. Di setiap jalan yang kami lewati, sungguh indah pemandangannya. Baik
tata kota, nilai seni dan estetika yang
cukup tinggi. Jalan menuju Kintamani karena ada di dataran tinggi, jalannya menanjak
dan berkelok, kami jalan tidak lebih dari 40 km/ jam, udara sejuk dan dingin. Perutku
sudah “keroncongan”, bunyi melulu, karena tadi pagi sarapannya hanya sedikit,
kasihan deh.
Kintamani
adalah sebuah tempat wisata sebagai gardu pandang yang sangat indah dan menawan
melihat wilayah pulau yang terkenal dengan tari barongnya. . Di bawah gunung
batur ada tempat yang menurutku “ajaib”. Yaitu suatu tempat untuk meletakkan
orang yang meninggal karena tidak kuat untuk “ngaben” yang dikenal “Trunyam”. Mengapa
kok dikatakan ajaib ?. Karena apabila ada orang yang meninggal dunia, tidak
dikubur tetapi hanya diletakkan di bawah pohon “daru menyan”. Anehnya jasad
yang meninggal, tanpa dikubur tetapi tidak berbau. Percaya guys !. Untuk menuju
ke tempat tersebut harus naik perahu. Wow sampai di tengah danau mesin perahu
mati, astaghfirullohaladzim cilakak kataku. Hatiku sempat dag dig dug merasa
takut dan khawatir. Tapi setelah diperbaiki sudah bisa jalan lagi.
Alhamdulillah kataku.
Kintamani
disamping sebagai tempat wisata yang menarik, juga terkenal dengan buah jeruknya
lho, “Si manis”. Daerah ini memang sangat cocok untuk perkebunan jeruk. karena udara
sejuk dan dingin. Di kanan kiri jalan menuju Kintamani banyak ditanami pohon
jeruk yang siap panen. Wah ngiler melihatnya. Aku tidak tahan terus berhenti
dan beli jeruk, asyiiknya lagi, caranya memetik sendiri langsung dari pohonnya,
dan ditimbang ditempat. Aku mencoba membuka satu, masya alloh luar biasa
manisnya !. Si manis dari Kintamani adalah buah jeruk, yang rasanya memang
manis sekali. Boleh mencoba gays!
Muh.
Taufiq
SMAN
1 Semanu, Gk, D. I.Yogyakarta

Kuatkan deskripsi alamnya Pak agar suasana alam.yg nampak asri bs saya ikut lihat. Semakin segar danindahbtentunya
BalasHapusKuatkan deskripsi alamnya Pak agar suasana alam.yg nampak asri bs saya ikut lihat. Semakin segar danindahbtentunya
BalasHapusok...mksh
BalasHapus