AYO MENULIS, SEGERA TERBITKAN BUKU
Narasumber : Edi
S. Mulyanta S.Si, M.T.
TTL : Jogjakarta, 24 Mei 1969
Status
: Menikah
Istri
: Retna G.
Anak
:
1. Nindita Saheka
Ramadhani
2. Raditya Rizky Duanda
(alm)
3. Naditya Tertia
Alfarizky
Hobby
: Membaca, Menulis, Olah Raga, Musik
Jabatan
: Publishing Consultant Andi
Publisher
Fb
:
https://www.facebook.com/edis.mulyanta
Blog
: www.sobatambyar.com
Aduuh
aku terlambat mengikuti kuliah online malam ini, karena mengantar ibu mertua
berobat ke dokter keluarga . Sebetulnya
tidak jauh dari rumah, tetapi pasien yang periksa sore itu lumayan banyak,
sehingga harus antri. Harapanku sambil
menunggu ibu mertua diperiksa bisa sambil mengikuti kuliah yang akan
disampaikan Pak Edy dari penerbit Andi Yogyakarta. Tapi aku malah diajak cerita
oleh pak H. Pramuji orang tua dari dokter yang sedang praktek. Jadi aku gak
bisa mengikuti kuliah online malam ini menyimak dari awal. Namun alhamdulillah
karena lewat WAG, meskipun terlambat bisa dibuka materi itu dari awal kembali.
Lebih komplitnya mari kita simak kuliah online malam ini, Rabu malam
(22/04/2020) peserta WAG Gelombang 7 Belajar Menulis bersama Omjay mendapat materi
yang luar biasa dari Pak Edi tentang trik menulis dan menerbitkan buku
di Penerbit Andi Yogyakarta. Moderator
Pak Bambbang yang akrab disapa Mr. Bambs.
Pak
Edi mengawali materi dengan menceritakan kondisi penerbit di tengah pandemi
corona. Menurut narasumber, banyaknya outlet penerbit yang tutup selama
kebijakan social dan physical distancing berlaku, betul-betul
menguji ketahanan sebuah penerbit. Darah penerbitan adalah karya tulis dari
penulisnya, dimana dari karya tulis tersebut dapat diubah menjadi sebuah media
buku yang dapat dinikmati pembacanya melalui outlet-outlet pemasaran baik toko
buku, kampus, sekolah, dan pembaca secara langsung.
Setiap
penerbit telah dipercayakan ISBN dari perpustakaan nasional, sebagai penanda
setiap terbitannya, dan dinaungi di bawah IKAPI sebagai lembaga yang ditunjuk
pemerintah untuk mewadahi setiap penerbit di luar penerbit kampus. Penerbit di
bawah IKAPI secara alamiah memilih jalur masing-masing sesuai passionnya dalam
menerbitkan buku.
Trik untuk Penulis
Penulis
sebaiknya memahami ciri khas
terbitan setiap penerbit agar tulisannya sesuai dengan misi
penerbit tersebut. Walaupun ada penerbit yang dapat menerbitkan segala tema di
setiap terbitannya. Penulis dapat mengirimkan
usulan dan proposal terlebih dahulu untuk menjajagi apakah
jalur tulisannya sudah sesuai dengan visi dan misi penerbitan belum. Hal ini
untuk menghemat waktu dan biaya dalam memersiapkan tulisannya. Pastikan buku bisa beredar di pasaran
Setiap
penerbit, mempunyai SOP dalam memilah, memilih tulisan untuk dijadikan
komoditas industri, dengan tujuan utama tentunya adalah terbitannya dapat
terserap di pasar dengan cepat. Penerbit mempunyai peta pasar yang dia rekam
dari outlet-outletnya, sehingga instink penerbitan yang telah lama bergelut di bidangnya
akan semakin terasah. Dari melihat judul, outline, dan siapa penulis, terkadang
penerbit dapat memproyeksikan pasar buku yang menjadi sasarannya.
Oleh
karena itu, kunci pertama bagi penulis adalah pemilihan judul
yang baik, pasar sasaran yang akan dituju, kemudian lakukan sedikit riset
pesaing, sehingga dapat dengan gamblang ditawarkan ke penerbit. Apalagi jika
tema yang ditulis tersebut ternyata tema yang baru, perlu tambahan data riset
kecil yang tidak gampang untuk memengaruhi penerbit Penerbit lebih cenderung
mencari tema yang secara data pemasaran sudah ada, sehingga gambling dalam
membiayai penerbitannya memunyai risiko yang semakin kecil untuk tidak terserap
di pasar.
Kirimkan
ke beberapa penerbit, apabila penulis belum
berpengalaman bekerjasama dengan penerbit. Penerbit akan menyeleksi tulisan,
dengan beberapa pertimbangan. Paling banyak porsi pemasaran sebagai
pertimbangan utamanya. Berikan sedikit penjelasan pasar sasaran, dengan
data-data angka akan lebih menarik. Sebagai contoh, saat ini buku yang sangat
dicari adalah buku tentang Covid-19. Cari secepatnya apa, bagaimana, virus
tersebut. Apakah buku yang kita tulis betul-betul mempunyai manfaat pada
pembaca. Pesaing buku apakah sudah ada apa belum.
Penulis
perintis pertama biasanya dapat menikmati
pasar awal yang cukup menarik. Biasanya tulisan pertama memunyai kualitas yang
belum baik, akan tetapi mengejar momen yang cukup bagus.
Penulis
follower biasanya mempunyai penyajian
materi yang lebih baik akan tetapi terkadang menikmati pasar sisa dari
para penulis perintis.
Penulis
perintis effort awal lebih banyak, dan terkadang mempunyai risiko tidak laku
juga besar. Penerbit akan sangat tergantung dari tawaran awal dalam proposal
dalam menentukan penerbitannya.
Proposal
buku akan semakin sempurnya, jika penulis telah melakukan proses tulisan
bukunya minimal 50% dari rencana keseluruhan. Supaya proses penyelesaian
tulisannya tidak terlalu lama. Penerbit biasanya memberikan waktu yang beragam
untuk menyelesaikan tulisan tersebut. Banyak penulis yang menebar proposal
banyak, akan tetapi finishing tulisannya lambat. Hal ini akan menghambat proses
produksi bukunya, sehingga terkadang penerbit akan memilih tulisan yang lebih
dahulu selesai. Hal inilah diperlukan manajemen waktu penyelesaian tulisan
penulis, supaya dapat segera diproses di penerbitannya.
Strateginya,
saat menulis proposal, materi buku harus sebaian besar telah tertuliskan baik
dalam bentuk draft atau masih outline detail. Sehingga waktu penyelesain dari
usulan ke naskah lengkap tidak terlalu lama, untuk mengejar momen. Usulkan
beberapa bab yang telah di tulis sebagai tambahan informasi ke penerbit,
sehingga penerbit akan tahu gaya tulis penulis tersebut.
Proses
penerbitan buku
Proses
penerbitan cuku panjang waktunya, dari administrasi penerbitan awal, editing,
setting layout, desain cover, dan proses produksi. Tanpa ada antrian proses
penerbitan buku memakan waktu antara 2 minggu hingga 1 bulan paling lama. Yang
membuat lama adalah proses antrian, baik dari sisi penulis maupun beberapa
bagian di penerbitan.
Pada proses
administrasi penerbitan, yang perlu dipersiapkan adalah:
Kelengkapan
naskah, dari Judul-Sub Judul, Nama Pengarang, Kata Pengantar, Prakata, Daftar
Isi, Bab, hingga Sinopsis. Penulis harus jeli melengkapi hal demikian, karena
biasanya sebelum lengkap, proses selanjutnya tidak akan dijalankan.
Proses
editing, akan terbantukan dengan pengetahuan
ejaan, pemilihan kata, kalimat, paragraf hingga hirarki bab yang baik dari penulis.
Kelemahan penulis biasanya tidak clear saat menentukan hirarki bab, paragraf,
kalimat, kata, dan pemilihan fontasi. Editor akan membantu hal tersebut, akan
tetapi apabila penulis telah menata dengan baik, maka kerja editor akan lebih
fokus ke dalam bagaimana memilih efektifan kalimat, dan struktur bab yang baik.
Setting
layout juga mempunyai peranan yang penting,
karena menentukan ukuran buku, jumlah halaman, dan keindahan halaman per
halaman. Titik krusial ada di sini, karena dengan pengaturan halaman yang baik,
makan harga buku akan dapat efektif di tentukan. Harga buku yang menarik, akan
cukup memengaruhi pembeli dalam memutuskan akan menikmati buku tersebut atau
meninggalkannya.
Desain
cover, juga memunyai peranan strategis
dalam sebuah buku. Apalagi tipikan pembeli buku di Indonesia adalah didasarkan
dari keindahan dan seberapa menarik cover buku. Tipikan pembaca buku di
indonesia adalah, sight seeing, sehingga cover sangat penting sekali dalam
pemasaran buku. Setiap penerbit mempunyai data juga bagai mana cover yang
menarik, dan terbukti mendongkrak pemasaran.
Saat proofing,
penulis sebaiknya memberikan beberapa perbaikan ide untuk lebih memperkuat
pasar buku yang ditulisnya. Kerja sama yang baik dari penulis, dan pengetahuan
data dari penerbit akan dapat menentukan keberhasilan tulisan untuk terserap di
pasar.
Berdasarkan
pengalaman Penerbit Andi, tidak
ada buku Best Seller yang By Design. Artinya, banyak buku Best Seller di
Indonesia, terkadang karena karunia semata... Jadi jangan takut menawarkan
tulisan anda ke penerbit.... karena pada dasarnya penerbit juga trial and error
dalam menerbitkan buknya. Hanya pengalaman, dan intuisi terkadang membantu
untuk menghindari kerugian akibat terbitannya tidak laku di pasar.
Pada
sesi tanya jawab, ada beberapa pertanyaan yang diajukan peserta
yang hebat-hebat dan luar biasa ;misalnya
: (P = penanya, N= jawaban narasumber).
P : (Sopyanto,
Bekasi) .Mohon penjelasan ulang tentang kunci apa yang harus disiasati oleh penulis pemula, dalam
melakukan tambahan data riset
kecil yang berguna untuk memengaruhi penerbit agar mau menerbitkan
buku tersebut?
N :
Riset pasar yang dilakukan pertama kali paling penting, siapa sasarannya. Buku
sekolah pasarnya sangat besar sekali, di banding buku masak. Kemudian pesaing,
buku dengan pasar besar pesaingnya banyak, nah ini perlu strategi pemosisian
kedalaman materi. Apakah buku kita lengkap, atau hanya buku pengayaan. Perlu
diputuskan segera, supaya tidak terjadi tabrakan materi buku dengan pesaing.
P :
1. Bagaimana kondisi bidang
penerbitan sekarang selama masa pandemi ini?. 2. Tadi dikatakan
bahwa tulisan yang dibukukan adalah buah dari karya tulis, berarti seperti tesis, PTK dan penelitian2 yang telah
dilakukan, dapat dibukukan?
Dan apakah hasil penelitian juga ikut disertakan dalam isi buku tersebut?. 3. Buku seperti apakah yang
sebenarnya sangat laku diminati
oleh pembaca saat ini?
N :
1. Ini kondisi sangat berat sekali. Perlu bapak ibu ketahui bahwa hampir 90 %
outlet penerbitan sekarang tutup. Kampus dan sekoah tutup semua tidak ada
aktifitas. Omzet kami betul-betul turun hingga ke titik nadir. Kami harus
berjuang hingga 3 bulan ke depan untuk menanti masa panen di tahun ajaran baru.
Dalam 3 bulan ke depan merupakan titik hidup mati penerbitan, karena jika tidak
dapat melewatinya, banyak sekali penerbit di bawah ikapi akan gulung tikar.
Sementara pasar online di Indonesia belum tumbuh untuk pasar buku, sehingga
kami haru menahan lapar sejenak untuk 3 bulan ke depan semoga pandemi ini akan
reda.
2.
Hasil penelitian, biasanya tergantung sekali dengan tujuan penelitian dan
hasilnya. Pasar penelitian di Indonesia sangat kecil sekali, sehingga terkadang
pasar yang di sasar adalah pasar captive market, atau pasar yang sudah memahami
betul materi bahasan. Pasar ini disebut niche market atau pasar ceruk.
3.
Buku yang terbukti masih laku di Toko Buku : Rangking pertama adalah buku Anak,
buku dongeng, cerita bergambar, komik. Kami sarankan buku yang mempunyai value
bagus untuk pendidikan karakter. Kemudian buku, keagamaan, motivasi, dan buku
sekolah
P : (Iin,
Kediri). Manakah yg menjadi prioritas, kualitas tulisan atau kehilangan kesempatan
dari suatu peristiwa? Tadi diuraikan penulis pertama tulisan
kurang bagus tapi mendapat timing yg tepat, sedang penulis kedua tulisan bagus
timing kalah.
N :
Prioritas pertama adalah peristiwa, hal ini kami tidak sengaja menemukan
tulisan tentang Virus, saat corona di Wuhan bulan Desember 19 dan Januari 20,
ada penulis kami yang telah melakukan riset tersebut. Dan buku kami yang best
seller saat ini adalah buku Covid-19, walaupun tulisannya kualitasnya belum
begitu sempurna. Buku Laskar Pelangi, adalah buku terlaris di Indonesia, timing
yang tepat saat itu adalah adanya Muktamar Muhammadiyah, dan buku itu meledak
luar biasa dari mulut ke mulut awalnya, word of mouth.. ingat Muhammadiyah
umatnya luarbiasa.. nah itulah target awal buku tersebut.
P :
Adakah aturan dan tata letak
penulisan untuk buku bisa diterbitkan, atau pedoman penulisan
buku yg dipersyaratkan oleh penerbit Andi. Dari Rusmin (G8- 017) Kab.
Barito Kuala KALSEL
N :
Aturan tata letak biasanya mengikuti aturan internal kami, dan untuk buku
pendidikan mengikuti aturan-aturan yang ada disesuaikan dengan tingkat jenjang
pendidikan. Ada bebeapa aturan fontasi, jenis gambar, jenis illustrasi yang
harus dipenuhi untuk terbitan buku pelajaran. Selain itu aturan tata letak
biasanya diatur secara internal penerbitan, mengikuti tema buku yang diusulkan.
Penulis dapat memberikan kisi-kisi tata letak yang diinginkan, misalnya jenis
huruf, kolom, text book, atau side note dan lain-lain. Kemudian akan
diterjemahkan oleh desainer layout kami untuk disesuaikan dengan mesin-mesin cetak.
Sebelum cetak, biasanya penulis akan diminta melakukan proofing materi, sebelum
diproduksi massal.
P : (Suheri.
Tangerang). Mau tanya, kalau kita mengirim 1
tulisan ke beberapa penerbit,
terus tulisan itu juga diterima oleh beberapa penerbit. Bagaimana sebaiknya
menyikapinys? Apa yg menjadi pertimbangannya?
N : Pertimbangannya, siapa penerbit yang
tercepat memutuskan menerima itulah yang dipilih. Untuk buku-buku momen tertentu hal
ini diperlukan, misalnya momen Ujian Nasional (walaupun sudah dihapus), Momen
penerimaan PNS dll.
P : (Siti Fatimah Mojokerto).1. Apa visi dan misinya dari pernerbit Andi Yogyakarta.sehingga
kami bisa tau apa yang dimau oleh penerbit.
2.Apakah hanya buku yang sifatnya tranding
topic saja yang diterima.
Bagaimana dengan buku abadi.
N :
Kami penerbit buku pendidikan baik dari pendidikan dasar menengah hingga
perguruan tinggi. Di samping itu kami juga menerbitkan buku umum, non politik
dan non agama
Buku
yang diterima adalah buku yang punya life cycle atau daur hidup yang panjang,
karena akan menguntungkan di jangka yang amat panjang. Buku trnding topic,
biasanya berumur pendek dan jarang sekali terjadi cetak ulang atau repeat order
dari toko buku, sehingga cepat beralalu momennya. Buku kami yang abadi adalah
buku referensi untuk perguruan tinggi, ada yang berumur 30 th masih bagus
pasarnya.
P : (Mukminin
Lamongan.). Apakah penerbit Andi juga menerima naskah seperti Antologi Kisah Inspiratif atau
Antologi cerpen?
Kalau
ya apa syarat - syaratnya. Trima kasih
N
: Kelemahan antologi kisah inspiratif, atau antologi cerpen adalah pasar
yang sangat kecil. Peminat buku seperti ini biasanya tergantung penulisnya,
dalam arti komunitas penulis, lingkungan social medianya, sehingga market
sasarannya menjadi kecil atau niche market. Tapi jangan berkecil hati, Raditya
Dika awalnya dipandang sebelah mata oleh penerbit, karena beliau hanya nulis
blog-blog yang tidak bermutu, tapi Fun buat generasi milenial. Awalnya pasarnya
Niceh Market, akan tetapi berkembang social medianya karena followernya
banyak.. akhirnya bukunya best seller semuanya, walaupun secara value naskahnya
kurang bagus, tapi nilai pasarnya sangat besar.
P : (
Maya Trisia dari Lampung, ). Apakah naskah utk kategori motivasi, yang dipadukan dg
gambar, termasuk naskah yang bisa diterbitkan oleh penerbit Andi ? jika iya,
bagaimana utk gambar nya? apakah tanggung jawab penulis utk design nya atau bisa
dapat bantuan dari penerbit?🙏
N :
Naskah Motivasi, termasuk naskah primadona, karena menghasilkan keuntungan yang
luar biasa. Apalagi jika penulisnya rajin promosi karena motivator terkenal,
bukunya bak kacang goreng. Buku motivasi, cukup menarik semua penerbit. Akan
tetapi tergantung kreativitas penulis dalam memaparkan ide-idenya. Buku
motivasi yang baik pasarnya, memang melekat pada nama-nama terntentu di
Indonesia. Dulu ada Mario Teguh, di mana bukunya luar biasa tanggapan
pembacanya. Tung Desem Waringin, sangat fenomenal. Akan tetapi ternyata
buku-buku motivasi tidak pernah surut terbitannya. Terbukti buku motivasi-motivasi
berbasis agama, menjadi trend yang luar biasa. Kreativitas penulis menjadi
tumpuan utama buku motivasi, sehingga jangan ragu-ragu brainstorming dengan
pnerbit untuk menerbitkan buku motivasi di Indonesia. Cari peluang-peluang baru
saat Pandemi Covid-19 yang memporak porandakan motivasi kita... ini lahan yang
luar biasa untuk membuat buku motivasi.
Kerjasama yang baik dari penulis, dan
pengetahuan data dari penerbit akan dapat menentukan keberhasilan tulisan untuk
terserap di pasar. Akan tetapi dari pengalaman kami, tidak ada buku Best Seller
yang By Design. Artinya, banyak buku Best Seller di Indonesia, terkadang karena
karunia semata... Jadi jangan takut menawarkan tulisan anda ke penerbit....
karena pada dasarnya penerbit juga trial and error dalam menerbitkan bukunya.
Hanya pengalaman, dan intuisi terkadang membantu untuk menghindari kerugian
akibat terbitannya tidak laku di pasar. Demikian sebagian kecil pengetahuan
saya, semoga dapat memberikan sedikit pengetahuan terhadap bapak dan ibu
sekalian dalam mencoba memasukkan tulisannya ke penerbit-penerbit di Indonesia.
Kata akhir dari pak Edy dalam memberikan
“asupan” kepada peserta tentang bagaimana menulis dan menerbitkan buku melalui
penerbit Andi Yogyakarta: Nah bolehkah saya memberikan no, untuk japri
menanyakan langsung 🙏, tanya pak Edy kepada
moderator Tidak
apa-apa pak Bambang... semoga sharing kita bisa bermanfaat bagi calon-calon
penulis di masa mendatang. Woooow Kasih
tepuk tangan dalam hati, jangan sampai kedengaran tetangga sebelah, kan sudah
malam, nanti dikirain ada apa, malam-malam kok tepuk tangan..hehehe.
Om Bambs minta ijin kepada pak edy memberikan
kontak yang bisa dihubungi 08112936864 atau
email di edis.mulyanta@gmail.com. Saya doakan agar penerbitnya
tetap sehat, tetap jaya meskipun saat ini masih ada wabah COVID-19.
Terima kasih pak Edy. Terimakasih Om bambs dan
tidak ketinggalan ucapan terimakasih kepada Omjay yang selalu membimbing,
mendampingi dan selalu memotivasi untuk segera menulis dan menerbitkan buku !,
tidak hanya sekedar mencari sertifikat.
Muh.
Taufiq
SMAN 1
Semanu, Gk, D.I.Yogyakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar