BALADO
JENGKOL “BLEDEG”
Masyarakat pedesaan sangat
akrab dengan jengkol. Pohonnya seperti pohon pete, karena satu genus. Biasanya
digunakan untuk lalapan pada waktu makan. Biji jengkol banyak terdapat di pasar tradisional, tapi juga bisa dijumpai
di pasar swalayan. Harganyapun relatif murah. Jengkol merupakan salah satu lalapan
kesukaanku.
Sebagian besar orang tidak suka
terhadap lalapan seperti jengkol. “Mengapa..?”. Karena sehabis makan jengkol,
bau mulutnya luar biasa, kalau tidak segera disikat.(=maksudnya sikat gigi). Orang
yang habis makan jengkol kalau kencing baunya sangat menyengat, dan harus
disiram berkali kali, agar tidak ada bau “parfum”.
Kasiat jengkol diantaranya
dapat meningkatkan stamina atau vitalitas Cara mengolah sangat mudah, cukup
direbus, lalu dikasih bumbu sesuai dengan selera yang mengkonsumsi. Biasanya
dimasak semur, atau balado. Mantab lagi
kalau makan balado jengkol “bledeg”. Yaitu balado jengkol dengan cabe yang
super pedas. Pasti dijamin keluar keringat yang luar biasa . Penasaran kan… boleh
dicoba !
Muh.Taufiq
SMAN
1 Semanu, Gk. D.I.Yogyakarta

Oooh itu toh arti bledeg... Dimasak dengan cabai super pedas. Sip, nambah wawasan. Hee kalo di sini istilahnya mungkin bledag.
BalasHapusmakasih sdh ninggalin jejak
BalasHapusLha ...mana resepnya..jengkol bledeg bikin penasaran karena biasanya dimasak rendang....samakah bumbunya?
BalasHapusmksh bu yanti ...atas kunjungannya..
Hapusbumbu sama..tapi cabenya super pedas
sambal bali bu yanti...
HapusSiap..jan belajar nulis sekalian masak pas u masa loucdown
HapusKeren Pak...,sama² orang Gunkid ternyata.
BalasHapusmakasih ..kunjungannya, ternyata sama asalnya...lanjutkan
BalasHapus