Kamis, 09 April 2020

Pemilihan KATA, KALIMAT dan Penyusunan PARAGRAF"


RESUME PERTEMUAN KE-9
PEMILIHAN KATA, KALIMAT DAN PENYUSUNAN PARAGRAF “
BERSAMA : IMAM FITRI RAHMADI


Pak Imam bersama keluarga

Pertemuan ke Sembilan dilaksanakan pada Hari: Kamis, 9 April 2020. Dimulai jam 19.00 WIB – 21.45 WIB. Moderator Mr. Bambs dari Bandung dan pemateri Imam Rahmadi langsung dari Austria.Tepatnya waktu siang ini pukul 14:00 di Austria cuacanya cerah. Seperti ini pemandangan dari student dormitory saya di lantai 11 , keterangan dari beliaunya dibawah ini:


Pak Imam mengajar di Universitas Pamulang dan sekarang baru menempuh S3 di . Johannes Kepler Universitäs Linz Austria (2019-sekarang).Kesempatan ini pak Imam akan menyampaikan materi tentang : Pemilihan KATA, KALIMAT DAN PARAGRAF dalam menulis.
Setelah moderator memberikan waktu kepada pak Imam, langsung memberi salam kepada peserta assalamu’alaikum….., waalaikumsalam jawab peserta dalam hati masing-masing, karena WA group dikunci, kecuali moderator
Pada kesempatan ini, izinkan saya menyampaikan dasar menulis, meliputi: pemilihan kata, penulisan kalimat, dan penyusunan paragraf. Materi saya tulis untuk bisa digunakan bukan hanya untuk penulisan akademik, tetapi juga untuk penulisan personal dan formal supaya materi dapat bermanfaat bagi semua peserta pelatihan yang beragam.
Kegiatan malam ini dibagi 3 sesi selama 120 menit ,yaitu 30 menit: membaca materi (https://tigabelase.wordpress.com/2020/04/06/dasar-menulis-kata-kalimat-dan-paragraf), 60 menit: diskusi atau tanya-jawab materi, 30 menit: latihan menyusun paragraf, jelas yang punya blog tigabelase.wordpress.com. Di dalam blog beliau kontennya adalah sebagai berikut:

Pemilihan Kata
Perihal pilihan kata disebut dengan diksi. Antara penulisan personal, formal, dan akademik, diksi yang digunakan bisa sangat berbeda meskipun dimaksudkan untuk mengungkapkan hal yang sama. Cermati tiga kalimat di bawah ini:
Ibu guru sedang ngobrol-ngobrol dengan kepala sekolah
Ibu guru sedang berbincang-bincang dengan kepala sekolah
Ibu guru sedang berdiskusi dengan kepala sekolah
Berbeda satu kata saja dapat merubah rasa dari kalimat

Penulisan Kalimat
Kalimat terdiri dari kalimat sederhana (simple sentence), kalimat gabungan (compound sentence), kalimat kompleks (complex sentence), dan kalimat campuran.
Sederhana:
Saya membaca tulisan di blog
Gabungan:
Saya membaca tulisan di blog untuk menambah pengetahuan saya tentang cara menulis kalimat.
Kompleks:
Saya membaca tulisan di blog ketika sedang bekerja dari rumah.
Campuran:
Saya membaca tulisan di blog untuk menambah pengetahuan saya tentang cara menulis kalimat ketika sedang bekerja dari rumah.
Penyusunan Paragraf
Paragraf adalah kumpulan kalimat yang mempunyai satu kalimat topik (topic sentence) sebagai ide pokok atau gagasan utama (main idea) dan beberapa kalimat penjelas (supporting sentences) sebagai detail yang menjelaskan ide pokok. Supaya enak dibaca dan tulisan mudah dipahami, susun paragraf deduktif.
Gunakan bentuk kalimat sederhana untuk membuat kalimat topik. Cara gampang untuk membuat kalimat topik, adalah pastikan anda meletakkan ide pengontrol atau controlling idea pada setiap kalimat topik. Bentuk kalimat penjelas harus bervariasi, terdiri dari kalimat gabungan dan kompleks, serta dilengkapi dengan konjungsi sebagai transisi antar kalimat supaya paragraf mengalir dengan baik, enak dibaca, dan mudah dipahami.
Contoh paragraf yang baik:
Bekerja dari rumah memiliki kekurangan dan kelebihan. Pada satu sisi, bekerja dari rumah menjadikan jadwal kerja tidak begitu jelas sehingga karyawan harus membuat jadwal jam kerja sendiri. Bekerja jadi tidak nyaman bagi yang memiliki rumah sempit. Pada sisi lain, bekerja dari rumah justru waktu menjadi lebih fleksibel dan lebih banyak waktu untuk keluarga. Selain itu, bekerja dari rumah bukan hanya dapat menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi tetapi juga menghemat biaya operasional kantor.
Demikian penjelasan langsung dari seseorang yang sedang mengambil S3 mata kuliah Academic Writing English untuk belajar lebih lanjut tentang penulisan akademik Johannes Kepler Universitäs Linz Austria. Dilanjutkan tanya jawab, tanggapan beliau diantaranya:
v  Dari pertanyaan Pak Dito, Makasar
1.  Proses dan rahasia kreatif yang saya lakukan adalah dengan membaca.
     Inspirasi itu secara ilmiah bukan berarti ditemukan dengan merenung di bawah pohon atau duduk di pinggir danau sambil melamun. Jika anda ingin menulis, berarti harus banyak baca dulu. Memperbanyak input sebelum outputnya ditulis.
2.  Hambatan terbesar adalah mencari Niche alias topik yang orisinil yang belum ditulis oleh orang lain. Saya lebih sudah menyebutnya sebagai tantangan. Ibarat mau meneliti, tantangannya adalah mencari reserach gap sebagai novelty penelitian kita.
3.  Literasi digital generasi milenial masih sangat minim. Gerakan literasi digital di Indonesia sudah banyak yang mengarah ke penanggulangan hoaks, ciber bullying, pornografi, dan lainnya. Justru yang kurang adalah literasi digital untuk keperluan akademin sebagai bekal generasi milenial untuk belajar di era digital. Belum ada gerakan literasi digital yang mengarah ke situ. Tahun kemarin saya meneliti literasi digital untuk keprluan akademik bagi mahasiswa generasi milenial dengan hibah PDP Dikti. Senang jika ada yang meneruskan penelitian itu.
v  Dari pak Mukminin- Lamongan
Namun, dalam teori penulisan akademik, supaya paragraf mudah dipahami gunakan paragraf deduktif. Jadi, kalimat pokok selalu di depan. Dalam penulisan artikel jurnal juga seperti itu. Sejauh saya mengamati, penerapan paragraf deduktif, induktif  atau campuran, itu hanya diaplikasikan dalam reading atau naskah bacaan untuk ujian bahasa atau ujian sekolah. Namun, praktek dalam menulis, yang banyak digunakan adalah paragraf deduktif. Sekali lagi, pemilihan diksi tergantung target pembaca.

v  Dari pertanyaan pak Agus- Yogyakarta
Dalam konteks buku pelajaran sebaiknya gunakan diksi yang formal saja. Siswa akan bingung jika diksi terlalu akademik.Beda misalkan membuat buku teks untuk anak kuliah atau kalangan akademisi, dimana ini sudah masuk ke penulisan akademik, gunakan diksi akademik.

v  Diakhiri dengan 3 latihan menulis paragraf yang baik

Pesan pemateri yang sedang mengambil gelar doctor tentang penulisan akademik sebelum waktu dikembalikan ke moderator:“ Terus semangat selalu dalam menulis “

Latihan menyusun paragraf

Belajar dari rumah memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada satu sisi, belajar dari rumah  menjadikan jadwal belajar tidak begitu jelas sehingga siswa harus membuat jadwal jam belajar sendiri. Belajar jadi tidak nyaman seperti pada saat di sekolah dapat tatp muka dengan gurunya, dan mungkin pembelajaran digital kalau tidak ada jaringan / sinyal yang baik bisa tidak mengerjakan/ mengikuti. Pada sisi lain, belajar dari rumah justru waktu menjadi lebih leluasa, menyenangkan dan lebih banyak waktu bersama anggota keluarga. Selain itu, belajar dari rumah bukan hanya dapat menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi tetapi juga menghemat biaya jajanan di kantin sekolah,(mtq)

Ditulis oleh:
Muh. Taufiq
SMA Negeri 1 Semanu, Gk, Daerah Istimewa Yogyakarta

6 komentar:

  1. Penyampaian santai tapi sangat bermanfaat dan mengena pd permasalahan kebahasaan. Terimakasih pak Taufik. Lanjutkan

    BalasHapus
  2. makasih bu yanti sdh meninggalkan jejak goresan penanya, sangat memotivasi ....

    BalasHapus
  3. Mantul (mantap betul) tulisannya, lanjutkan.

    BalasHapus
  4. Pilihan kata atau diksi adalah hal terpenting dalam sebuah tulisan agar pembaca tepat memahami ide ide penulis. Setelah diksi tidak kalah penting adalah susunan kalimat yang harus efektif efisien sehinggs mudah dipahami pbscs.

    BalasHapus