Minggu, 12 April 2020

Praktik menulis "Balado Jengkol Bledeg


BALADO JENGKOL “BLEDEG”



Masyarakat pedesaan sangat akrab dengan jengkol. Pohonnya seperti pohon pete, karena satu genus. Biasanya digunakan untuk lalapan pada waktu makan. Biji jengkol banyak terdapat  di pasar tradisional, tapi juga bisa dijumpai di pasar swalayan. Harganyapun relatif murah. Jengkol merupakan salah satu lalapan kesukaanku.

Sebagian besar orang tidak suka terhadap lalapan seperti jengkol. “Mengapa..?”. Karena sehabis makan jengkol, bau mulutnya luar biasa, kalau tidak segera disikat.(=maksudnya sikat gigi). Orang yang habis makan jengkol kalau kencing baunya sangat menyengat, dan harus disiram berkali kali, agar tidak ada bau “parfum”.

Kasiat jengkol diantaranya dapat meningkatkan stamina atau vitalitas Cara mengolah sangat mudah, cukup direbus, lalu dikasih bumbu sesuai dengan selera yang mengkonsumsi. Biasanya dimasak semur, atau balado.  Mantab lagi kalau makan balado jengkol “bledeg”. Yaitu balado jengkol dengan cabe yang super pedas. Pasti dijamin keluar keringat yang luar biasa . Penasaran kan… boleh dicoba !

Muh.Taufiq
SMAN 1 Semanu, Gk. D.I.Yogyakarta

8 komentar:

  1. Oooh itu toh arti bledeg... Dimasak dengan cabai super pedas. Sip, nambah wawasan. Hee kalo di sini istilahnya mungkin bledag.

    BalasHapus
  2. makasih sdh ninggalin jejak

    BalasHapus
  3. Lha ...mana resepnya..jengkol bledeg bikin penasaran karena biasanya dimasak rendang....samakah bumbunya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. mksh bu yanti ...atas kunjungannya..
      bumbu sama..tapi cabenya super pedas

      Hapus
    2. sambal bali bu yanti...

      Hapus
    3. Siap..jan belajar nulis sekalian masak pas u masa loucdown

      Hapus
  4. Keren Pak...,sama² orang Gunkid ternyata.

    BalasHapus
  5. makasih ..kunjungannya, ternyata sama asalnya...lanjutkan

    BalasHapus