Sabtu, 18 April 2020

Praktik menulis: Belut Sambal Merah


BELUT SAMBAL MERAH “NUMANI”



Pagi itu, saya bersama keluarga, anak isteri  gowes biar badan sehat dan mencari hawa segar. Gowes di lingkungan desa saya yang tidak jauh dari pusat perkotaan. Jenuh rasanya selama kurang lebih satu bulan berada di rumah. Setiap hari hanya di dalam rumah, bersih-bersih, makan, minum, dan tidur. Itu merupakan aktivitas keseharianku bersama keluarga selama work from home karena wabah COVID-19

Setiap hari keluarga saya memanaj menu makanan agar tidak bosan. Masak setiap pagi sarapan dengan “nasgor”, nasi goreng terus. Atau setiap hari menu oseng-oseng pare melulu. Sesekali soto, atau ayam goreng plus lalapan dan sambal tomat kesukaanku. Ada yang masak sendiri maupun beli di warung yang tidak jauh dari rumahku.

Nah, kesempatan ada waktu luang saya pingin masak dan makan “belut “, apa yah ?, tanya anak perempuanku. Belut itu seperti ular ya, hiih “geli” ngebayangin si belut hidup yang licin-licin itu ya, gumam anakku. Tapi yang masak ibu dan ayah lho, perintah anakku. Setelah belut goreng sambal cabe merah siap saji. Yah….bau apa ini ?, kok aromanya sedaap. Anakku saya panggil  untuk mencicipi dan makan bersama keluarga. Anakku mencoba ambil sedikit, setelah dikunyah, heem kok “enak” sekali yah,..aku suka. Semua anggota keluarga “mengamini”. Besok buatkan lagi ya yah ! Ternyata belut goreng sambal cabe merah yang aku buat “numani” buat keluargaku. Alhamdulillah..

Muh. Taufiq
SMAN 1 Semanu, Gk, D.I. Yogyakarta




5 komentar: