Rabu, 22 April 2020

Praktik menulis


SI MANIS DARI KINTAMANI


Awan cerah menghiasi langit di Pulau Dewata. Aku bersama keluarga berjalan-jalan menikmati indahnya panorama pagi melintasi jalan tol nusa dua yang panjangnya kurang lebih 1,5 km,  kami satu mobil daihatsu xenia  berjalan seperti diatas air yang jernih. Di tepi pantai terdengar suara kicau burung yang saling bersautan menambah suasana alam nampak asri. Oh indahnya pantai semawang.

Di pantai semawang kami ingin melihat mentari keluar dari peraduannya, menterengnya melihat “sun rice”. Tapi zong, karena sesampai di pantai semawang ternyata “mendung’, sehingga si mentari tidak kelihatan kala muncul, mulai menyinari alam seisinya. Kami lanjutkan main kano, aku segede ini belum pernah bermain kano. Bagaimana sih caranya main kano ? Ternyata perlu keseimbangan dan keterampilan. Saking asyiiknya main kano, lho..kok waktu sudah menunjukkan pukul :11.00 WITA, kita kan mau ke Kintamani.

Setelah dari main kano kami melanjutkan perjalanan ke Kintamani yang berada di lereng Gunung Batur. Di setiap jalan yang kami lewati, sungguh indah pemandangannya. Baik tata kota, nilai seni  dan estetika yang cukup tinggi. Jalan menuju Kintamani karena ada di dataran tinggi, jalannya menanjak dan berkelok, kami jalan tidak lebih dari 40 km/ jam, udara sejuk dan dingin. Perutku sudah “keroncongan”, bunyi melulu, karena tadi pagi sarapannya hanya sedikit, kasihan deh.

Kintamani adalah sebuah tempat wisata sebagai gardu pandang yang sangat indah dan menawan melihat wilayah pulau yang terkenal dengan tari barongnya. . Di bawah gunung batur ada tempat yang menurutku “ajaib”. Yaitu suatu tempat untuk meletakkan orang yang meninggal karena tidak kuat untuk “ngaben” yang dikenal “Trunyam”. Mengapa kok dikatakan ajaib ?. Karena apabila ada orang yang meninggal dunia, tidak dikubur tetapi hanya diletakkan di bawah pohon “daru menyan”. Anehnya jasad yang meninggal, tanpa dikubur tetapi tidak berbau. Percaya guys !. Untuk menuju ke tempat tersebut harus naik perahu. Wow sampai di tengah danau mesin perahu mati, astaghfirullohaladzim cilakak kataku. Hatiku sempat dag dig dug merasa takut dan khawatir. Tapi setelah diperbaiki sudah bisa jalan lagi. Alhamdulillah kataku.

Kintamani disamping sebagai tempat wisata yang menarik, juga terkenal dengan buah jeruknya lho, “Si manis”. Daerah ini memang sangat cocok untuk perkebunan jeruk. karena udara sejuk dan dingin. Di kanan kiri jalan menuju Kintamani banyak ditanami pohon jeruk yang siap panen. Wah ngiler melihatnya. Aku tidak tahan terus berhenti dan beli jeruk, asyiiknya lagi, caranya memetik sendiri langsung dari pohonnya, dan ditimbang ditempat. Aku mencoba membuka satu, masya alloh luar biasa manisnya !. Si manis dari Kintamani adalah buah jeruk, yang rasanya memang manis sekali. Boleh mencoba gays!

Muh. Taufiq
SMAN 1 Semanu, Gk, D. I.Yogyakarta


3 komentar:

  1. Kuatkan deskripsi alamnya Pak agar suasana alam.yg nampak asri bs saya ikut lihat. Semakin segar danindahbtentunya

    BalasHapus
  2. Kuatkan deskripsi alamnya Pak agar suasana alam.yg nampak asri bs saya ikut lihat. Semakin segar danindahbtentunya

    BalasHapus