Senin, 20 April 2020

Resume Pertemuan 17 Gelombang 7


EMPAT TIPS MENULIS CEPAT DAN TEPAT


Resume ke-17

Belajar Menulis Gelombang 7
Nara Sumber : Catur Nurrochman Octavian
Materi             : Menulis Cepat dan Tepat di Media Daring dan Luring”
Waktu             : Senin, 20 April 2020, mulai pukul : 19.00 WIB – 21.00 WIB
Moderator      : Mr. Bams.

Pertemuan diawali dengan salam: “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh”
Beliau adalah seorang redaktur pelaksana majalah suara guru sejak Januari 2019. Beliau juga sudah menghasilkan 20 buku, hobbi menulis sejak tahun 1999. Pendidikan S1 di UNS di UNS, S2 di UPI Bandung, Sejak Juli 2019 menjadi ketua Departemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat pengurus besar PGRI. He he he..Om Catur sama kedudukan/ jabatannya dengan aku di Organisasi PGRI. Tapi lebih buanyak perbedaannya ! Hahaha, aku hanya di Kabupaten, hehehe.

Pak Catur yang akrab dipanggil dengan Om Catur, langsung masuk materi. Seorang penulis agar dapat memulai menulis cepat dan tepat di media daring maupun luring ada “Empat Tips”, yaitu :

Pertama: Kalahkan Dua Musuh Utamamu ! Kita harus kalahkan dulu dua musuh utama dalam menulis. Masak  dalam menulis harus mengalahkan musuh. Apa itu musuh utamanya? Rasa takut dan malas. Dua musuh utama yang harus kita kalahkan agar dapat memulai menulis cepat dan tepat di media massa baik luring atau daring Takut tulisannya jelek, takut dicela, takut tulisannya sudah basi, dan takut takut lainnya. Ini yang menghambat kita dalam memulai sebuah tulisan. Setiap penulis yang baik tentu tidak membutuhkan “mood”. Tidak ada alasan tidak menulis, karena tidak ada mood. Mood harus disingkirkan dari benak Anda karena dapat  menghambat kerja otak dalam menulis. Bayangkan Anda seorang yang bekerja menghasilkan tulisan seperti wartawan, kolumnis, dan redaktur majalah. Jika mereka bekerja mengandalkan mood, tentu karirnya akan tamat seketika, jelas Om Catur .  

Kedua: Simpel dan Apa Adanya. Kata Isaac Asimov, seorang penulis fiksi ilmiah yang memiliki reputasi bagus, mengakui bahwa cara ia menulis adalah simpel  dan apa adanya, saya garis bawahi. Menulislah dengan simpel dan apa adanya. Menulis hal yang aktual dan sesuai dengan gaya selingkung media yang akan dituju, menjadi kunci sebuah tulisan diterbitkan. Seperti dikatakan asimov tadi, seorang penulis yang baik, maka ia dapat menulis dengan cepat. Perlu diingat, bahwa setiap orang yang mampu mengerjakan sesuatu dengan baik, maka ia dapat melakukan lebih cepat dibandingkan orang yang tidak bekerja secara baik. Menulis adalah sebuah kecakapan atau keterampilan. Bila Anda menguasai secara detail pengerjaan tulis menulis, maka kecakapan itu akan berbanding lurus dengan kecepatan pengerjaan. Menulislah dengan simpel dan apa adanya mengandung maksud, jadilah dirimu sendiri ketika menulis.

Ketiga : Mulailah Menulis Dengan Apa Yang Anda Sukai ! Bagaimana caranya menemukan gaya atau menjadi diri sendiri ketika menulis? Tentu dengan perbanyak menulis dan membaca untuk mempelajari gaya tulisan orang lain atau copy the master. Catatan : “Jangan paksakan diri dengan menulis sesuatu yang berlebihan di luar gaya Anda”. Tentu Anda akan lebih mudah menuliskan sesuatu yang disukai. Mulailah menulis dari apa yang kita sukai. Yang suka karya ilmiah, yang suka fiksi, roman, atau pengalaman travelling/ jalan jalan, semuanya bisa jadi ide buat bahan tulisan kita. Anggap aja kita lagi curhat dengan sohib karib tentang keseruan kita hari ini.

Keempat :  Pesan Dalam Tulisan Mudah Dipahami. Menulislah seperti berbicara. Ketika berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Tuturkan segala yang ada secara sederhana dengan cara Anda. Salah satu yang membuat seseorang tidak mampu menghasilkan tulisan yang baik adalah karena mencoba memasukkan kata atau kalimat yang membuat pembaca tidak paham pesan apa yang dimaksud dalam tulisan itu. Menulis itu untuk dibaca. Oleh karena itu, pesan dalam tulisan harus jelas dapat dipahami oleh pembaca. Jika menulis dengan kalimat yang tidak simpel, maka tujuan pesan Anda dalam tulisan tidak tersampaikan. Bahkan hanya membuat kening pembaca berkerut alias “bingung”. Ketika berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang dapat mudah dipahami, iya kan? Menulis itu seperti kalau kita berbicara dengan teman, sehingga tidak ada kata-kata yang berlebihan.

Bagi seorang penulis pemula: Mengapa Anda masih ragu menghasilkan draf tulisan yang pertama? Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf tersebut. Setiap media memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan redaksinya. Misalnya, kita perlu mengetahui, berapa jumlah kata dalam artikel yang bisa dimuat di media itu, dan aturan penulisannya. Atau rubrik apa saja yang tersedia di media tersebut. Tidak usah kuatir tulisan kita ditolak dan dianggap jelek. Perbaiki lagi kekurangannya, dan terus kirim lagi, jangan putus asa, coba lagi !
Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf tersebut. Draf tulisan yang jelek masih dapat diperbaiki daripada tidak ada draf sama sekali, tutur Om Catur menyemangati peserta.

Demikian tips yang dibagikan Om Catur malam ini. Tips ini  beliau berikan sambil menjawab pertanyaan dari teman temanku yang hebat. Ada ibu Rasita dari Mukomuko Bengkulu, Ka Winarti dari Tangerang, Bang Andy Muhtadin dari Babel, Pak Etik dari Pemalang, Ari Rumbini dari Purbalingga, Pak Agus dari Ponjong Gunungkidul, Ibu Rumondang Sianturi dari Tangerang, Pak Mukminin dari Lamongan dan masih banyak lagi teman-temanku yang luar biasa dan semangat untuk menulis dalam menyampaikan pertanyaan kepada beliau.

Semoga empat tips yang Om Catur sampaikan  semalaman bisa sama sama  kita tindaklanjuti dengan mulai menulis, terutama buat aku pribadi yang kadang berat untuk mulai menulis. Pesan beliau mengakhiri kuliah online malam ini sangat menginspirasi dan memotivasi, terutama bagi diriku adalah : “ Lebih baik membuat tulisan yang buruk sehingga dapat diperbaiki, dari pada tidak menghasilkan sebuah tulisan”. Luar biasa materi yang disajikan oleh Om Catur, sangat bermanfaat. Barokalloh.Tepuuk Tangaan.!

Muh. Taufiq
SMAN 1 Semanu, Gk, DIY

2 komentar:

  1. Lha itu ...musuh utamaku masih menghantuiku

    BalasHapus
  2. hahaha....ayo bu kalahkan 2 musuh utama itu! pasti bisa

    BalasHapus